I woke up on Sunday morning, my mom called and told me that my grandmom was hospitalized at Borromeus.
Shocked.
I tied up my room, my self, asked my mom if she wants me to bring or buy something for her. I was worried, I knew that my grandmom has cervix cancer since May 2011 (actually she felt 'it' since a year ago I think, but she ignored it and say everything was OK..). On that day, suddenly I got 'busy', moved very quickly and went to hospital as fast as I can.
My grandmom stayed at Borromeus for 2 days, on Monday, our family decided to move her to RSHS because the doctor who expert in oncology works there. But all the room were filled and no one left. I said to mom, who always take care grandmom all the day to move her to Advent, my dad checked and booked a room in the 5th floor. After that, my aunt drive us to hospital. My grandmom was checked by the doctor in UGD and they got her in to the room. On that day, I didn't attend the plant biotechnology lecture because I helped my mom to preparing my grandmom's document.
Yeah, and my new activities start. I wake up earlier on the weekdays, make tea from soursop leaf for my grandmom's herbal theraphy, buy something to eat, bring some clothes for my mom, etc. I go to hospital at 07.00am, stay for 15 mins, go to my campus to attend the lecture, and after the lecture I come back to Advent again (but if I think that the lecture will be boring, I decided to not attend it).
Just like now, it's 00.30am, October 4th, 2011. All I can do after pray is sitting on the chair, open, browse with my laptop, on the right, my mom lays on sofa, sleeps well, cause I know she feels very tired. On the left, my grandmom sleeps after received some kind of drugs that makes her sleeps, with any kind of syringe attached on her hand. Ya, my grandmom receives 3 bags of blood, 1 bags of albumin and an 'infus'.
I really wish that she can attends my graduation day next year (amin), I really wish I can make her life happy and more precious, I really wish that I still have enough time to show that her eldest granddaughter can success on making my family happy , I really wish, I really wish that she can gets her best from Allah SWT.
I ask all of you, pray for her please... :)
Thanks for all of your care..
Sincerely yours,
Dyshelly Nurkartika
Mengenai Saya
- What's On My Mind?
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Oktober 2011
Sabtu, 23 Juli 2011
Kaget..sedikit
Hari Minggu pagi, adik aku yang perempuan, Putri, udah berangkat ke Secapa di Hegarmanah karena ada kegiatan ekskul. Aku sama ibu ngobrol-ngobrol di ruang tamu. Pas lagi 'skip' bentar tiba2 mata tertuju ke sebuah notes kecil warna biru di pojok sofa. Penasaran, baru liat notes ini sekarang, dulu -dulu nggak pernah liat. Mungkin ini notes 'datang' ke rumah pas aku KP kali ya..
"apaan nih?" *buka-buka notes*
"oooh, punya Putri.." *masih iseng buka-buka*
halaman demi halaman....
list barang yang harus dibeli untuk asrama, list pelajaran, corat-coret kartun, nomer telepon temen, list tugas, resep masakan..
pas buka halaman berikutnya...
"EEEHHHH????"
agak kaget soalnya di notes itu ada tulisan nama aku dan nama orang yang pernah deket sama aku pas jaman TPB...
"Dyshelly Nurkartika - ***** *****"
dan itu tulisan adik aku banget...
aku kaget bukan karena dia tau nama orang itu tapi lebih ke karena...
kenapa nama aku sama nama orang itu ditulis disitu yang jelas2 notes pribadi dia?
itu kan udah lama banget, kenapa masih diinget?
"Tuhan,
Jika dia dan kakak saya ditakdirkan berjodoh
Jaga mereka dan dekatkan...
Tapi, jika dia bukan jodoh kakak saya,
Segera pertemukan kakak saya dengan orang yang jauh lebih baik dari dia"
Thanks sister for the du'a.... :*
"apaan nih?" *buka-buka notes*
"oooh, punya Putri.." *masih iseng buka-buka*
halaman demi halaman....
list barang yang harus dibeli untuk asrama, list pelajaran, corat-coret kartun, nomer telepon temen, list tugas, resep masakan..
pas buka halaman berikutnya...
"EEEHHHH????"
agak kaget soalnya di notes itu ada tulisan nama aku dan nama orang yang pernah deket sama aku pas jaman TPB...
"Dyshelly Nurkartika - ***** *****"
dan itu tulisan adik aku banget...
aku kaget bukan karena dia tau nama orang itu tapi lebih ke karena...
kenapa nama aku sama nama orang itu ditulis disitu yang jelas2 notes pribadi dia?
itu kan udah lama banget, kenapa masih diinget?
"Tuhan,
Jika dia dan kakak saya ditakdirkan berjodoh
Jaga mereka dan dekatkan...
Tapi, jika dia bukan jodoh kakak saya,
Segera pertemukan kakak saya dengan orang yang jauh lebih baik dari dia"
Thanks sister for the du'a.... :*
Minggu, 17 Juli 2011
Ini Tentang Poni, Bukan Tentang Pasta…
Kemarin aku merealisasikan rencana aku masak creamy pasta. Setelah berkutat di dapur selama satu jam akhirnya si pasta jadi dan hampir abis sama orang-orang rumah dan sodara-sodara. Aku seneng sih soalnya dibilang enak terus seger soalnya bahan-bahannya fresh dan emang nggak aku tambah penyedap (nggak ditambahin daging juga). Ibu aku yang nyoba bilang enak, dan ibu suka, ayah juga. Dimas sama Candra juga makan dan diabisin bagiannya. Meskipun sebelumnya Candra bilang dia lebih suka kalo saus pastanya Bolognese, tapi bikinan aku tetep dimakan dan diabisin. Haha.
Aku sisain seporsi buat Putri, dia lagi ada acara di DTH gitu. Aku tunggu-tungguin dia pulang soalnya emang aku pengen banget dia coba. Dia kan lebih doyan masak daripada aku, terus makanannya suka enak. Makanya aku pengen denger pendapat dia, masakan aku enak atau nggak.
Akhirnya dia pulang, aku semangat nyuruh dia coba. Dan dia bilang enak! Seneng, hehe. Nggak tau kenapa, seneng aja kalo sodara perempuan kita muji masakan kita. Iya kan? Akhirnya pastanya abis tanpa sisa. Di dapur tinggal wadah kotor doang. Haha.
Tapi ceritanya nggak happy ending sodara-sodara..
Setelah makan, Putri minta aku potongin poninya (soalnya aku potong poni sendiri dan hasilnya pas). Aku bilang, aku ga berani soalnya aku nggak pernah motong rambut orang. Dia bilang ga papa. Akhirnya aku ambil gunting. Padahal udah aku kira-kira tuh segimana. entah karena dianya yang terlalu nunduk atau akunya skip, potongnya kependekan. Kaget…
Dia bilang “Kayaknya kependekan deh ini, kalo latihan poni aku jadi ngga bisa dipinggirin..”
Aku minta maaf, dianya sih iya2 aja, tapi langsung masuk kamar. Sumpah lah sedih, ngerasa bersalah…
Dia udah muji masakan aku tapi aku malah bikin dia kecewa dengan motong poni dia kependekan..
FAIL banget lah aku..
Minggu, 03 Juli 2011
Adikku, Shabirina...
Aku ingin kamu tahu bahwa kamu bisa lebih baik dariku
Aku kagum dengan kemampuanmu menggambar dan melakukan kerajinan tangan
Aku kagum dengan keinginan kuatmu yang ingin bisa belajar banyak bahasa
Aku kagum dengan keteguhanmu tidak tidur demi mengerjakan tugas
Aku ingin kamu tahu bahwa kamu bisa lebih baik dariku
Aku kagum dengan prinsip "I'll go on my way"-mu yang lebih kuat dari milikku
Aku kagum dengan keinginanmu yang tidak pernah mau disamakan denganku
Aku adalah aku, dan tidak bisa kamu tiru,
Kamu adalah kamu, kamu punya banyak kelebihan yang tidak aku punya
Tapi aku dan kamu akan selalu berdampingan selayaknya saudara
Akan selalu mengasihi, saling membantu saat salah seorang jatuh
Adikku yang perempuan satu-satunya, sedikit-banyak berbeda denganku. Umurnya baru 15 tahun ini, dan masih duduk di bangkua kelas XI. Shabirina Nurramadhani Heldaputri namanya. Aku sering kagum dengan kemampuannya dalam hal kerajinan tangan, menggambar, dan menghapal bahasa. Dulu waktu aku mau pesta prom jaman SMA, dia yang membuatkan desain baju untukku. Dan sampai sekarang bajunya masih sering aku pakai.
Di kamarnya aku sering menemukan benda-benda yang ia buat sendiri. Kadang membuatku berdecak kagum, kadang malah membuatku mengerenyitkan dahi. Tapi aku akui, untuk keterampilan tangan aku memang kalah jauh. Dari dia aku belajar beberapa, diantaranya keterampilan paper quilling. Sementara kalau masalah akademik lainnya, adikku juga nggak kalah pintar, tapi aku boleh bangga karena aku sedikit lebih 'beruntung' soalnya aku dapet kesempatan cuma sekolah 2 tahun dan berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Saat Indonesia kena demam Korea, adikku juga sama. Dia jadi sering ngoleksi video clip dan lagu-lagu artis Korea. mulai dari SuJu, 2PM, 2AM, SHINEE, SNSD, f(x), MissA, dan entah lagi apa namanya. Tapi kerennya, bukan hanya suka nonton atau nyanyi-nyanyi nggak jelas. Dia juga beli buku-buku bahasa Korea, majalah, buku kamus, percakapan, buku hangul, dan itu semua bikin dia ngerti bahasa Korea dan bisa mempraktikkannya, begitu juga sama bahasa Jepang dan Arab yang dia pelajari di sekolah.
Aku sih boro-boro, belajar bahasa Perancis aja cuma kuat 2 bulan (-____-")
Waktu SMA aku lebih memilih aktif di ekskul musik daripada ekskul lainnya, sementara adikku, dia lebih milih nyibukin diri di OSIS, paskibra, dan karib. Yah, waktunya tersita banyak sih, aku nggak pernah protes selama kegiatannya itu baik dan bermanfaat, tapi kadang-kadang dia suka lupa waktu jadi karus diingetin. Sekarang aja dia lagi asrama paskibra dan nggak pulang selama 10 hari, berhubung aku juga KP jadi kira-kira nggak ketemu selama sebulan, kangen banget.
Jeleknya, adikku ini kalau emosi susah banget di kontrol beda sama aku, atau kakaknya yang cowok. Kena marah sedikit biasanya ngambek masuk kamar, kalau kecewa, nangisnya nggak bisa ditolong. Semoga kedepannya pribadinya bisa lebih baik.
Mudah-mudahan dia bisa terus berbakti, bikin bangga, dan membahagiakan orang tua
Mudah-mudahan dia juga bisa jadi contoh yang baik buat Candra, adik kami yang paling kecil
Mudah-mudahan dia selalu sehat, enteng rejeki, dan enteng jodoh
Mudah-mudahan dia selalu disayang Allah
Gimanapun adik aku akan selalu tetep jadi orang yang aku sayang dan aku banggakan.
Aku kagum dengan kemampuanmu menggambar dan melakukan kerajinan tangan
Aku kagum dengan keinginan kuatmu yang ingin bisa belajar banyak bahasa
Aku kagum dengan keteguhanmu tidak tidur demi mengerjakan tugas
Aku ingin kamu tahu bahwa kamu bisa lebih baik dariku
Aku kagum dengan prinsip "I'll go on my way"-mu yang lebih kuat dari milikku
Aku kagum dengan keinginanmu yang tidak pernah mau disamakan denganku
Aku adalah aku, dan tidak bisa kamu tiru,
Kamu adalah kamu, kamu punya banyak kelebihan yang tidak aku punya
Tapi aku dan kamu akan selalu berdampingan selayaknya saudara
Akan selalu mengasihi, saling membantu saat salah seorang jatuh
Adikku yang perempuan satu-satunya, sedikit-banyak berbeda denganku. Umurnya baru 15 tahun ini, dan masih duduk di bangkua kelas XI. Shabirina Nurramadhani Heldaputri namanya. Aku sering kagum dengan kemampuannya dalam hal kerajinan tangan, menggambar, dan menghapal bahasa. Dulu waktu aku mau pesta prom jaman SMA, dia yang membuatkan desain baju untukku. Dan sampai sekarang bajunya masih sering aku pakai.
Di kamarnya aku sering menemukan benda-benda yang ia buat sendiri. Kadang membuatku berdecak kagum, kadang malah membuatku mengerenyitkan dahi. Tapi aku akui, untuk keterampilan tangan aku memang kalah jauh. Dari dia aku belajar beberapa, diantaranya keterampilan paper quilling. Sementara kalau masalah akademik lainnya, adikku juga nggak kalah pintar, tapi aku boleh bangga karena aku sedikit lebih 'beruntung' soalnya aku dapet kesempatan cuma sekolah 2 tahun dan berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Saat Indonesia kena demam Korea, adikku juga sama. Dia jadi sering ngoleksi video clip dan lagu-lagu artis Korea. mulai dari SuJu, 2PM, 2AM, SHINEE, SNSD, f(x), MissA, dan entah lagi apa namanya. Tapi kerennya, bukan hanya suka nonton atau nyanyi-nyanyi nggak jelas. Dia juga beli buku-buku bahasa Korea, majalah, buku kamus, percakapan, buku hangul, dan itu semua bikin dia ngerti bahasa Korea dan bisa mempraktikkannya, begitu juga sama bahasa Jepang dan Arab yang dia pelajari di sekolah.
Aku sih boro-boro, belajar bahasa Perancis aja cuma kuat 2 bulan (-____-")
Waktu SMA aku lebih memilih aktif di ekskul musik daripada ekskul lainnya, sementara adikku, dia lebih milih nyibukin diri di OSIS, paskibra, dan karib. Yah, waktunya tersita banyak sih, aku nggak pernah protes selama kegiatannya itu baik dan bermanfaat, tapi kadang-kadang dia suka lupa waktu jadi karus diingetin. Sekarang aja dia lagi asrama paskibra dan nggak pulang selama 10 hari, berhubung aku juga KP jadi kira-kira nggak ketemu selama sebulan, kangen banget.
Jeleknya, adikku ini kalau emosi susah banget di kontrol beda sama aku, atau kakaknya yang cowok. Kena marah sedikit biasanya ngambek masuk kamar, kalau kecewa, nangisnya nggak bisa ditolong. Semoga kedepannya pribadinya bisa lebih baik.
Mudah-mudahan dia bisa terus berbakti, bikin bangga, dan membahagiakan orang tua
Mudah-mudahan dia juga bisa jadi contoh yang baik buat Candra, adik kami yang paling kecil
Mudah-mudahan dia selalu sehat, enteng rejeki, dan enteng jodoh
Mudah-mudahan dia selalu disayang Allah
Gimanapun adik aku akan selalu tetep jadi orang yang aku sayang dan aku banggakan.
Sabtu, 02 Juli 2011
Happy Birthday Mom and Dimas
Udah tiga minggu ini aku nggak tinggal di rumah karena harus kerja praktik (KP) di Cibitung, deket Bekasi. Dan udah tiga minggu ini aku jadi anak kostan bareng sama temenku, Faiza, yang anak Bandung juga. Keribetan selama KP membuat aku nggak bisa setiap saat pulang ke Bandung, dan masih dua minggu lagi sampai KP selesai, 17 Juli 2011.
Sebenernya, cukup nggak tahan tinggal di Cibitung, terutama karena panas dan debunya itu luar biasa, maklum, kawasan industri. Aku yang dari kecil sampe umur sekarang nggak pernah tinggal lama di tempat selain Bandung tentu nggak biasa sama lingkungannya. Apalagi mesti ngekost, agak aneh juga nggak ada keluarga ya. Dan sekarang aku ngerti (sedikit) rasanya jadi temen2 rantau dari berbagai daerah buat belajar di ITB, mandiri tanpa orang tua.
Hari ini, tanggal 3 Juli, ibu aku dan adik aku (namanya Dimas) ulang tahun. Ibu ulang tahun yang ke-48 sedangkan Dimas yang ke 17. Sejak beberapa hari lalu, aku excited banget pengen ada di Bandung weekend ini, biar bisa ngerayain ultah sama beli kado. Lagian aku udah kangen banget sama keluarga di Bandung. Sayangnya, adik aku yang perempuan, Shabirina, lagi diklat paskibra dan masuk asrama sampai minggu depan, jadi nggak bisa ketemu.
Rencana aku terwujud, aku hari ini ada di Bandung…
Hari Sabtu, 2 Juli 2011, aku cuma ketemu ibu kurang dari 1 jam, soalnya beliau temenin eyang di Cimahi, eyang lagi sakit jadi ibu bolak balik rumah - Cimahi. Sorenya ibu balik lagi ke Cimahi dan aku pergi nyari kado. Aku sempet nanya ibu mau kado apa dari aku (karena kebetulan aku baru dapet honor nulisku dari BERKALA yang super lumayan). Ibu bilang bingung jadi kadonya ditunda dulu aja, yang penting beli kado buat Dimas dan Candra (adikku yang satu lagi, dia ranking 1 dan aku janji beliin hadiah). Jadi, pergilah aku nyari kado.
Pagi ini, tanggal 3 Juli, ibu rencananya pulang ke rumah siang. Pagi-pagi aku ucapin selamat ulang tahun ke Dimas dan kasih kadonya, alhamdulillah dia suka. Aku mikir, ya udah lah ngucapin selamat ulang tahunnya siang aja, langsung, pas ibu sampai rumah.
Tapi ternyata ibu nggak pulang hari ini…
Aku nggak marah, aku ngerti ada prioritas yang lebih saat ini. Aku cuma menyayangkan aja. Padahal aku udah tunda kepulanganku ke Cibitung jadi jam 3 sore biar bisa ketemu ibu lagi, ngucapin selamat ulang tahun sambil peluk dan cium ibu.
Dan mungkin aku cuma bisa ngucapin selamat lewat telepon, padahal asli bela-belain pulang demi ibu..
Sebenernya, cukup nggak tahan tinggal di Cibitung, terutama karena panas dan debunya itu luar biasa, maklum, kawasan industri. Aku yang dari kecil sampe umur sekarang nggak pernah tinggal lama di tempat selain Bandung tentu nggak biasa sama lingkungannya. Apalagi mesti ngekost, agak aneh juga nggak ada keluarga ya. Dan sekarang aku ngerti (sedikit) rasanya jadi temen2 rantau dari berbagai daerah buat belajar di ITB, mandiri tanpa orang tua.
Hari ini, tanggal 3 Juli, ibu aku dan adik aku (namanya Dimas) ulang tahun. Ibu ulang tahun yang ke-48 sedangkan Dimas yang ke 17. Sejak beberapa hari lalu, aku excited banget pengen ada di Bandung weekend ini, biar bisa ngerayain ultah sama beli kado. Lagian aku udah kangen banget sama keluarga di Bandung. Sayangnya, adik aku yang perempuan, Shabirina, lagi diklat paskibra dan masuk asrama sampai minggu depan, jadi nggak bisa ketemu.
Rencana aku terwujud, aku hari ini ada di Bandung…
Hari Sabtu, 2 Juli 2011, aku cuma ketemu ibu kurang dari 1 jam, soalnya beliau temenin eyang di Cimahi, eyang lagi sakit jadi ibu bolak balik rumah - Cimahi. Sorenya ibu balik lagi ke Cimahi dan aku pergi nyari kado. Aku sempet nanya ibu mau kado apa dari aku (karena kebetulan aku baru dapet honor nulisku dari BERKALA yang super lumayan). Ibu bilang bingung jadi kadonya ditunda dulu aja, yang penting beli kado buat Dimas dan Candra (adikku yang satu lagi, dia ranking 1 dan aku janji beliin hadiah). Jadi, pergilah aku nyari kado.
Pagi ini, tanggal 3 Juli, ibu rencananya pulang ke rumah siang. Pagi-pagi aku ucapin selamat ulang tahun ke Dimas dan kasih kadonya, alhamdulillah dia suka. Aku mikir, ya udah lah ngucapin selamat ulang tahunnya siang aja, langsung, pas ibu sampai rumah.
Tapi ternyata ibu nggak pulang hari ini…
Aku nggak marah, aku ngerti ada prioritas yang lebih saat ini. Aku cuma menyayangkan aja. Padahal aku udah tunda kepulanganku ke Cibitung jadi jam 3 sore biar bisa ketemu ibu lagi, ngucapin selamat ulang tahun sambil peluk dan cium ibu.
Dan mungkin aku cuma bisa ngucapin selamat lewat telepon, padahal asli bela-belain pulang demi ibu..
Semoga ibu senantiasa sehatSumpah kangen banget…
Semoga ibu senantiasa dilimpahi berkah, rizki, dan cinta Allah
Semoga ibu memiliki anak-anak yang shaleh
Semoga aku masih punya banyak kesempatan berharga sama ibu
Ibu akan selalu jadi wanita terbaik yang pernah aku kenal
“Happy birthday Mom, Allah always loves you, and I love you soooo much..”
Senin, 17 Januari 2011
Hey, Dek!
Hey dek!
aku masih ingat dulu kamu berteriak "ibuu, mbak nakal!!" karena aku mencubit pipimu, atau menjawil pundakmu.
aku bukannya mau jahat, tapi aku gemas, gemas dengan tingkahmu yang lucu, gemas dengan parasmu yang polos.
aku nggak mau waktu cepat berlalu, aku sadar kamu akan cepat besar.
nanti, kamu nggak akan mau aku cubit pipimu lagi.
Hey dek!
aku selalu ingat saat aku memakaikanmu sepatu sebelum sekolah sambil menggerutu, "payah kamu, pake sepatu aja nggak bisa".
aku bukannya mau menghina, apalagi merendahkan kamu.
hanya saja kamu sudah besar, kamu harus belajar untuk mandiri.
nanti kalau kita sudah besar dan ayah-ibu sudah nggak ada, kamu nggak bisa mengandalkan aku.
tanggung jawab kamu besar, peran kamu di kehidupan ini besar.
makanya kamu harus bisa menentukan kemana kaki kamu melangkah.
Hey dek!
masih ingatkah kamu, aku selalu berkata "lawan dong!" saat kamu bilang kamu diganggu bocah tetangga?
itu aku serius, aku nggak suka ngeliat kamu menangis.
aku nggak mau kamu menjadi lemah, menangis boleh, tapi bukan karena hal sepele macam begitu.
kamu harus kuat, hidup nanti lebih berat.
karena kamu laki-laki!
Hey dek!
sering kan aku bilang "makanya belajar yang bener, jangan main melulu".
bukan berarti aku melarang kamu bergaul dan bermain. hanya saja dunia luar itu sangat sulit kamu jangkau bila kamu nggak menggali ilmu. saingan kamu di kehidupan itu banyak.
jangan segan nanya sama aku kalau kamu nggak bisa pelajarannya.
terbukti kan, kamu itu pintar. aku bangga saat tahu kamu masuk peringkat lima besar.
jadi manusia yang berguna, jangan tiru pemimpin-pemimpin zaman sekarang yang hidup untuk kepuasan dunia.
jangan lupa ibadah meski kamu sedang lelah.
tetap jadi orang jujur meski itu sulit, jadilah contoh yang baik untuk orang-orang.
jalan kamu masih panjang, kamu masih harus banyak belajar.
kelak, kamu harus lebih baik dari aku, anak pertama yang perempuan.
aku nggak bilang aku hebat.aku paling besar, bukan berarti yang paling berhasil dan dibanggakan.
aku akan lebih bangga kalau kamu, yang laki-laki, lebih baik dari aku.
Untuk kalian, Dimas dan Candra yang selalu mbak banggakan..
aku masih ingat dulu kamu berteriak "ibuu, mbak nakal!!" karena aku mencubit pipimu, atau menjawil pundakmu.
aku bukannya mau jahat, tapi aku gemas, gemas dengan tingkahmu yang lucu, gemas dengan parasmu yang polos.
aku nggak mau waktu cepat berlalu, aku sadar kamu akan cepat besar.
nanti, kamu nggak akan mau aku cubit pipimu lagi.
Hey dek!
aku selalu ingat saat aku memakaikanmu sepatu sebelum sekolah sambil menggerutu, "payah kamu, pake sepatu aja nggak bisa".
aku bukannya mau menghina, apalagi merendahkan kamu.
hanya saja kamu sudah besar, kamu harus belajar untuk mandiri.
nanti kalau kita sudah besar dan ayah-ibu sudah nggak ada, kamu nggak bisa mengandalkan aku.
tanggung jawab kamu besar, peran kamu di kehidupan ini besar.
makanya kamu harus bisa menentukan kemana kaki kamu melangkah.
Hey dek!
masih ingatkah kamu, aku selalu berkata "lawan dong!" saat kamu bilang kamu diganggu bocah tetangga?
itu aku serius, aku nggak suka ngeliat kamu menangis.
aku nggak mau kamu menjadi lemah, menangis boleh, tapi bukan karena hal sepele macam begitu.
kamu harus kuat, hidup nanti lebih berat.
karena kamu laki-laki!
Hey dek!
sering kan aku bilang "makanya belajar yang bener, jangan main melulu".
bukan berarti aku melarang kamu bergaul dan bermain. hanya saja dunia luar itu sangat sulit kamu jangkau bila kamu nggak menggali ilmu. saingan kamu di kehidupan itu banyak.
jangan segan nanya sama aku kalau kamu nggak bisa pelajarannya.
terbukti kan, kamu itu pintar. aku bangga saat tahu kamu masuk peringkat lima besar.
jadi manusia yang berguna, jangan tiru pemimpin-pemimpin zaman sekarang yang hidup untuk kepuasan dunia.
jangan lupa ibadah meski kamu sedang lelah.
tetap jadi orang jujur meski itu sulit, jadilah contoh yang baik untuk orang-orang.
jalan kamu masih panjang, kamu masih harus banyak belajar.
kelak, kamu harus lebih baik dari aku, anak pertama yang perempuan.
aku nggak bilang aku hebat.aku paling besar, bukan berarti yang paling berhasil dan dibanggakan.
aku akan lebih bangga kalau kamu, yang laki-laki, lebih baik dari aku.
Untuk kalian, Dimas dan Candra yang selalu mbak banggakan..
Langganan:
Postingan (Atom)