Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Hidup memang tak selamanya putih…

Hidup memang tak selamanya putih…
Pun tak selamanya punya warna…
Semua senantiasa berselang
Silih berganti…

Kadang diri mencoba berhenti di sebuah tanya…
Mengapa warna hidup hari ini terasa jingga…
Dan esok berwarna tanah…
Sementara birunya kemarin belum juga pulih…

Kadang hati ikut menemani di tanya itu…
Mengapa warna hidup…
tak selalu seperti segarnya daun di pagi hari…
tak selalu seperti kilau merahnya sang matahari…

Ah… bukannya kelabunya langit yang menyuarakan mendung…
tak selamanya meniadakan hari…
tapi juga menyirat harapan di kala terik??

Hidup memang tak selamanya putih…
Pun tak selamanya punya warna…

Dan warna itupun kelak semakin memberi arti…
jika diri dan hati tak hanya berhenti di sebuah tanya…
tapi ikut menjadikannya menjadi sebuah pelangi…

Bristol, 2002
Ernawati A. Giri Rachman

Hanya ada satu kata yang patut menggambarkan aku setelah baca kalimat-kalimat di atas. Tergetar.

Satu hal dari sekian banyak hal yang aku kagumi dari pembimbing Tugas Akhir-ku, Dr. Ernawati A. Giri Rachman, beliau ini sungguh lihai dalam merangkai kata-kata (dan menginspirasi orang dengan kata-katanya). Tulisan beliau ini boleh jadi memang sudah lama, 10 tahun usianya, seumur aku duduk di kelas 5 SD. Tapi beliau masih men-sharenya dan terus membuat orang yang membaca tersentuh dan tentu ini berkesan bukan? Resapi kata-katanya, temukan makna di balik setiap katanya.

Jujur saja aku terharu (dan menjadi lebih semangat) setelah membaca tulisan ini. Terima kasih Bu Erna…

Aku akan merangkaikan warna-warna dalam hidupku menjadi sebuah pelangi…

Rabu, 15 Februari 2012

Surat Cinta Untuk Kamu


Kamu bilang kamu akan berusaha mencintaiku
Kamu bilang kamu akan lewati waktumu bersamaku
Kamu bilang kamu akan curahkan pikiranmu untukku
Kamu bilang kamu akan habiskan tenagamu demi aku

Tapi mana buktinya? Mana?

Seringkali kamu lebih memilih pergi bersama temanmu daripada mendatangiku
Seringkali kamu lebih memilih tidur daripada mengakrabiku
Seringkali kamu abaikan aku dengan alasan “Aku stress sama kamu!”

Katakan, apa yang kau rasakan setelah tiga bulan denganku? Katakanlah.

Aku rindu saat kamu membuka buku tentangku dan berkata “Aku ingin memahamimu”
Aku rindu saat kamu bertanya pada seniormu tentang bagaimana membuat hubungan kita lancar
Aku rindu saat kamu menulis tentang aku di buku tebalmu, buku yang selalu kamu simpan di meja kerjamu

Aku tahu kamu serius dengan hubungan kita
Jangan terburu-buru memahamiku, itu butuh waktu
Maka aku harap kita bisa terus bersama
Maka aku harap kamu bisa mencintaiku dengan sungguh-sungguh

Kita pasti bisa!

Yang selalu menjadi milikmu,
TUGAS AKHIR

Kamis, 09 Februari 2012

In Love w/ KlungBot


Hari itu, 4 Februari 2012, saya menelusuri Ganesha Cave, sebuah wahana yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Geologi ‘GEA’ ITB dalam rangka event ITB Fair yang digelar di kampus Ganesha. Pagi-pagi sekali saya coba wahana itu, kebetulan emang sengaja dateng pagi sih, soalnya mau TA juga. Hehehe. Secara umum si Ganesha Cave ini menarik, bentuknya macem gua, didalamnya banyak informasi tentang Geologic Time Scale, mitigasi bencana, batuan, fosil etc.

Tapi sebenernya, bukan Ganesha Cave yang saya bahas disini. Hahaha. Maaf, maaf, paragraf pertama tadi hanya pengalih pembicaraan. Yang ingin saya bahas disini adalah apa yang ada di pintu keluar Ganesha Cave, yang membuat saya jatuh cinta, sampai sekarang…

Ya, saya jatuh cinta, hingga sekarang. Suaranya masih terngiang...

KlungBot, KlungBot, KlungBot namanya. Awal saya menyadari keberadaan dia adalah saat saya berada di ujung Ganesha Cave. Saya mendengar suaranya melantunkan “Laskar Pelangi”, yang membuat saya mengalihkan perhatian dari mbak/mas mahasiswa/i GEA yang lagi nerangin tentang fossil dll.

Saya keluar dari Ganesha Cave, dan mendapati ia berdiri sambil terus melantunkan lagu itu. Saya tersenyum, saya rindu suaranya, saya tergetar karena saya memang rindu akan getaran bambunya. Ya, KlungBot ini bukan manusia, tapi singkatan dari “Angklung Robot”.



Mata saya menyapu pandangan sekitar saya. Beberapa orang berdiri sejajar dengan saya, ikut menikmati suaranya. Ini memang unik! Sangat unik! Sebuah lagu yang dilantunkan angklung biasanya dimainkan oleh satu team yang umumnya terdiri lebih dari 10 orang kini di depan saya dimainkan secara otomatis. Angklung bergetar otomatis, bergetar sendiri (haha), tak ada manusia yang menggetarkannya. Di depan saya hanya terdapat 1 set angklung dan sebuah laptop. Diatur oleh suatu sistem.


KlungBot. Robot ini merupakan perangkat mikroprossesor yang dilengkapi dengan banyak motor dan lengan mekanis. Satu robot memiliki 12 lengan, cukup untuk memegang set angklung 1 oktaf. Dengan demikian diperlukan 3 buah robot untuk unit angklung 3 oktaf. Ketiga robot ini kemudian dikontrol oleh sebuah komputer.


KlungBot yang dikembangkan di Teknik Fisika ITB ini dapat memainkan angklung secara manual maupun otomatis. Secara manual, papan kunci pada layar komputer dapat dimainkan, mirip seperti bermain piano, KlungBot akan memainkan nadanya. Selain itu aransemen lagu dengan notasi not angka dapat disimpan dalam playlist dan dimainkan secara otomatis.


Dengan adanya KlungBot ini, salah satu modernisasi alat musik tradisional telah muncul. Tanpa mengurangi maknanya, budayanya, dan kelestariannya. KlungBot ini saya pastikan akan menarik perhatian, membuat jatuh cinta banyak orang pada angklung.


Meskipun saya biasa mendengar suara angklung lewat CD, bahkan jauh lebih menyukainya saat dimainkan oleh team, lebih jauh lebih suka lagi jika saya pun berada di dalamnya, KlungBot ini tetap bisa menutupi sebagian kerinduan saya pada suara angklung, pada permainan angklung yang saya gemari sejak SMA.

Lagu yang dimainkan KlungBot berganti, kali ini Bohemian Rhapsody! Saya semakin betah memandangi dia...


Hari Ke-55


9 Februari 2012

Terhitung 55 hari sejak saya masuk Lab. Genetika, 55 hari sejak saya memutuskan memulai penelitian Tugas Akhir saya, yang waktu itu saya mulai dengan penuh rasa ketidakpastian, keraguan. Apa saya bisa? Apa saya mampu? Apa saya kuat? Apa saya mengerti dan bisa melakukannya dengan baik? dan…. Apa saya bisa lulus? Hehe..

Jujur saya sempat takut, apalagi ada beberapa pihak yang bukannya mendukung tapi malah bilang “Lo ngapain TA pake topik susah-susah begitu? Gw sih ogah ya, lo nggak takut lulusnya lama?” yeeeeee.. (-_-“)

Saya sempat down, tiap hari kepikiran. Rasanya hidup nggak tenang, kepikiran terus sebulan ke depan, dua bulan, tiga bulan, hingga Juli tiba, atau bahkan hingga Oktober tiba, atau bahkan hingga April 2013 tiba.

Lebih terintimidasi lagi sama orang-orang yang udah mulai TA duluan dan udah mau selesai. Kok rasanya enak banget gitu. Orang-orang yang udah masuk Lab. Gene duluan, kok rasanya udah fasih banget pake alat-alat Lab., sementara saya masih pake spektro aja masih harus ditemenin gara-gara paranoid harga kuvetnya mahal. Saya masih butuh bimbingan kalo mau bikin sel kompeten, transformasi. Pake PCR aja saya belum ngerti lho. Hahaha.

Tapi, semakin hari saya semakin percaya, Allah nggak akan ngasih cobaan yang tidak bisa diatasi hambaNya, tidak akan memberikan tugas yang tidak dapat diselesaikan hambaNya. Saya berusaha menssuport diri sendiri kalau saya bisa! Hal ini kecil, belum apa-apa kalau dibandingkan kehidupan saya di masa depan. Jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan memang tidak selalu mulus.

“Justru kamu harus bersyukur masih bisa mikirin TA, itu artinya kamu peduli sama TA kamu, kamu pengen ngelakuin yang terbaik buat TA kamu, jika pun ada hasil yang belum memuaskan, itu bukan kegagalan melainkan sebuah proses…”

TA saya worth, TA saya visible, TA saya possible! Dan ini memang pilihan saya, apa yang saya inginkan.

Sekarang, hari ke-55, saya harus kerja lebih keras lagi, usaha lebih giat lagi, biar hasilnya bagus. Biar hasil penelitian TA saya nggak cuma bikin saya puas, tapi juga bikin puas pembimbing saya, dan orang-orang yang ngedukung saya. Ini semua harus jadi pembuktian untuk orang-orang yang kemarin hari menyangsikan saya dan topik TA yang saya pilih (kekeuh..haha)

Dan terima kasih Allah, karena ditengah proses ini Kau selalu memberikan kejutan-kejutan indah, Kau selalu memberikan ‘hadiah’ setelah saya mengalami kegagalan. Intinya saya percaya Allah selalu menghargai usaha hambaNya. Saya mengerti bahwa kegagalan-kegagalan pada awalnya Allah berikan agar saya berusaha lebih keras dan giat agar hasilnya membahagiakan, indah pada waktunya. Saya juga bersyukur karena Allah juga memberikan sumber-sumber kekuatan, suntikan semangat, lewat diri saya sendiri maupun orang-orang yang saya sayangi.. (^-^)

 “Hal yang berat akan terasa lebih ringan dan mudah saat kita mengerjakannya dengan ikhlas”, kata-kata yang selalu terngiang di pikiran saya. Ya, saya belajar untuk mencintai apa yang saya kerjakan, ikhlas dan sungguh-sungguh dengan apa yang saya tekuni. Kelak, saat saya merasa down dan sudah tidak mampu lagi, saya akan kembali membaca tulisan ini untuk membakar semangat saya lagi karena ini lah sumber kekuatan saya. Bismillah! Semuanya untuk masa depan yang lebih cerah.

Jumat, 23 September 2011

Rise and Fall

Sedikit terusik sama sebuah kabar hari ini,
Dan kabar itu bikin aku sadar, kalau ada orang sampe segitunya 'nggak percaya' sama aku..
Mungkin akunya yang salah, karena beberapa kali diminta tolong akunya nggak bisa karena akunya sibuk.
Aku mencoba membayar kelalaian kemarin-kemarin dengan bertekad ambil itu dan kerjain seoptimal mungkin.
Tapi ternyata kenyataannya berbeda...

Sebenernya aku ngerasain ini udah dari lama, dimana dulu beda banget sama sekarang. Dulu, mereka beberapa kali ngandelin aku, minta bantuan aku, dan menurut aku semua kerjaan beres dan baik-baik aja. Dan sekarang aku merasa selalu jadi 'opsi terakhir'.

Dan aku sekarang ngerti, saat ada yang 'terbit', harus ada yang 'tenggelam', dan sekarang aku harus jadi orang yang 'tenggelam' dulu...

Iya, aku bukan siapa-siapa, dan nggak berhak terhadap apa-apa. Aku paham kondisinya seperti apa dan kriteria apa yang sekarang dibutuhkan. Dan aku paham, mungkin bagi mereka aku belum memiliki kriteria yang 'memadai'. Semoga aku cepat ikhlas...

Nggak pengen blak-blakan, karena pasti ada orang yang ngerasa sakit nantinya...

Ada kalanya kita merasa tersisih
Ada kalanya kita merasa terbuang
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk dipercaya
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk diandalkan
Mungkin, kita memang belum cukup meyakinkan
Atau mungkin, mereka memang tidak mau yakin pada kita
Sehingga kita yang sebenarnya ada, dianggap tak ada



Tapi jangan takut, setelah tenggelam akan ada waktunya terbit..




-cuma pengen ngerasa lega, maaf kalo tulisannya mancing emosi-

Kamis, 30 September 2010

Happy Live In Everyone!!!! \(^o^)/

Untuk sebagian besar SITH 2009, acara ini pasti udah ditunggu-tunggu. Yap yap, SITH 2008 juga akan berseru 'Yippie' saat mendegar kata 'Live In' (apa pun alasannya). 'Live In' yang diadakan di desa Baros, Arjasari, 1-3 Oktober 2010 ini merupakan kegiatan akhir dari rangkaian acara PPN (Program Pengakraban Nymphaea) 2010.

Dalam acara ini, SITH 2009 sebagai peserta akan dibagi secara berkelompok untuk mengikuti kegiatan warga desa selama 24 jam, mereka akan tidur, makan, mandi, dan bekerja seperti warga desa lainnya. Mungkin terdengar seperti reality show 'Jika Aku Ingin Menjadi', namun kegiatan live in PPN ini diharapkan memiliki makna lebih daripada acara tersebut. SITH 2009 diharapkan bisa  menggali informasi mengenai warga terutama kebutuhan mereka (semacam survey).

Mudah-mudahan acara ini bukan akhir dari kontribusi kita untuk Nymphaea. Mudah-mudahan acara ini merupakan sebuah awal. Mudah-mudahan acara ini tidak hanya berakhir dengan tawa-canda tanpa makna. Mudah-mudahan acara ini memberi arti dan manfaat, terutama untuk memberikan pengabdian pada masyarakat.

Hmm..mari dilihat nanti setelah live in progressnya akan seperti apa..


nb : izin curhat juga. haha. sedih banget nggak bisa ikut acara ini full, soalnya jumat sore ada kerjaan lab plus sabtu pagi ada kumpul magangers kantor berita ITB, berhubung menurut skala prioritas kedua kegiatan tersebut didahulukan, jadi baru bisa ikut live in sabtu sorenya...Tapi nggak apa2 ya, mudah2an meskipun baru dateng hari sabtu tetep bisa merasakan dan memberikan secuil manfaat untuk orang-orang sekitar :D