Hey dek!
aku masih ingat dulu kamu berteriak "ibuu, mbak nakal!!" karena aku mencubit pipimu, atau menjawil pundakmu.
aku bukannya mau jahat, tapi aku gemas, gemas dengan tingkahmu yang lucu, gemas dengan parasmu yang polos.
aku nggak mau waktu cepat berlalu, aku sadar kamu akan cepat besar.
nanti, kamu nggak akan mau aku cubit pipimu lagi.
Hey dek!
aku selalu ingat saat aku memakaikanmu sepatu sebelum sekolah sambil menggerutu, "payah kamu, pake sepatu aja nggak bisa".
aku bukannya mau menghina, apalagi merendahkan kamu.
hanya saja kamu sudah besar, kamu harus belajar untuk mandiri.
nanti kalau kita sudah besar dan ayah-ibu sudah nggak ada, kamu nggak bisa mengandalkan aku.
tanggung jawab kamu besar, peran kamu di kehidupan ini besar.
makanya kamu harus bisa menentukan kemana kaki kamu melangkah.
Hey dek!
masih ingatkah kamu, aku selalu berkata "lawan dong!" saat kamu bilang kamu diganggu bocah tetangga?
itu aku serius, aku nggak suka ngeliat kamu menangis.
aku nggak mau kamu menjadi lemah, menangis boleh, tapi bukan karena hal sepele macam begitu.
kamu harus kuat, hidup nanti lebih berat.
karena kamu laki-laki!
Hey dek!
sering kan aku bilang "makanya belajar yang bener, jangan main melulu".
bukan berarti aku melarang kamu bergaul dan bermain. hanya saja dunia luar itu sangat sulit kamu jangkau bila kamu nggak menggali ilmu. saingan kamu di kehidupan itu banyak.
jangan segan nanya sama aku kalau kamu nggak bisa pelajarannya.
terbukti kan, kamu itu pintar. aku bangga saat tahu kamu masuk peringkat lima besar.
jadi manusia yang berguna, jangan tiru pemimpin-pemimpin zaman sekarang yang hidup untuk kepuasan dunia.
jangan lupa ibadah meski kamu sedang lelah.
tetap jadi orang jujur meski itu sulit, jadilah contoh yang baik untuk orang-orang.
jalan kamu masih panjang, kamu masih harus banyak belajar.
kelak, kamu harus lebih baik dari aku, anak pertama yang perempuan.
aku nggak bilang aku hebat.aku paling besar, bukan berarti yang paling berhasil dan dibanggakan.
aku akan lebih bangga kalau kamu, yang laki-laki, lebih baik dari aku.
Untuk kalian, Dimas dan Candra yang selalu mbak banggakan..
Mengenai Saya
- What's On My Mind?
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.
Senin, 17 Januari 2011
She's good you know..
she’s good you know..
not, not only good, but awesome!
amazing!
incredible!
WOW!
not, not because she’s beautiful, not because she’s smart, not because she’s rich
i admire her
just because she’s inspiring
inspire me to have an inspiring post
inspire me to doing more inspiring thing
inspire me to be more inspiring than her
i admire her
she’s good you know..
not, not only good, but awesome!
amazing!
incredible!
WOW!
she’s good you know..
she’s your ex..
not, not only good, but awesome!
amazing!
incredible!
WOW!
not, not because she’s beautiful, not because she’s smart, not because she’s rich
i admire her
just because she’s inspiring
inspire me to have an inspiring post
inspire me to doing more inspiring thing
inspire me to be more inspiring than her
i admire her
she’s good you know..
not, not only good, but awesome!
amazing!
incredible!
WOW!
she’s good you know..
she’s your ex..
Minggu, 16 Januari 2011
Jangan Mau Diperbudak Oleh Mood!
Bahasa kerennya Mood, bahasa inggris, kalau dalam bahasa Indonesia biasanya dibilang 'suasana hati'. Di kalangan anak muda, biasanya suka denger pasti kalimat-kalimat seperti 'mood gue lagi ngga oke nih...', atau 'sori, lagi nggak mood'.
Mood, sering dijadikan alasan buat melakukan suatu hal, dalam hal ini aku menyoroti hal yang agak negatif, misalnya 'nggak kuliah deh, lagi nggak mood..'. Loh, kenapa jadi mood yang disalahin? mentang-mentang mood-nya merasa lagi jelek, terus kita maunya diem di rumah lah, ngga kuliah lah, nggak belajar lah, batalin janji, atau hal lainya yang sebenernya bagi kita atau orang di sekitar kita penting.
Jangan mau diperbudak oleh mood. Ups, jahat amat kata-katanya. Eh, tapi bener kan ya, jangan mau diperbudak oleh mood, maksudnya disini terutama kalo kita lagi ngerasa nggak baik. Bisa-bisa hanya karena mood kita lagi jelek, bawaannya negatif ke diri kita sendiri terus jadi ngasih efek negatif ke semuanya. Aku pernah ngalamin, dan sebenernya nggak mau ngalamin lagi, pernah waktu lagi kesel, langsung berubah jadi over sensitif, orang salah sedikit langsung kena semprot, kan kasian orangnya. Padahal siapa tau orang-orang disekitar kita itu bermaksud baik.
Sejak itu aku usaha buat ngga bikin orang kena getah lagi hanya karena mood aku lagi jelek. Huaaa.. pokoknya ngga boleh. Kalau ada masalah, boleh dibagi ke orang lain, tapi ngga berarti harus dengan cara menularkan mood yang buruk kan? Hihi...
Terus aku mikir, kalu gitu, kenapa nggak coba aja, menciptakan mood sendiri? Nyeh, dikira mood itu kue apa? Tinggal campur telor-tepung terigu-gula-susu-baking powder-dll terus di oven terus jadi enak dan bagus hasilnya? Hayaaaah! Nyiptain mood itu susah, ngga gampang, ngga semudah membalikkan telapak tangan -Hup!- butuh niat dan keinginan dan kuat untuk ngerubah sesuatu yg negatif jadi positif. Tapi namanya usaha kan ya, kenapa mesti nggak mau nyoba sih kalau untuk bikin diri kita jadi pribadi yang lebih baik? -kedip-kedip-
Tarik napas dalem-dalem, hua dingin *nge blog di rumah, mau ujan deh kayaknya*, perlahan aku nyoba nyiptain mood sendiri. Iya, emang lagi kesel, atau lagi capek, tapi..harus dibawa senang. harus dibawa senang. Sugesti : Aku sedang senang. Susah sih, serius, tapi pelan-pelan pasti mulai kerasa positifnya, aku lanjutin buka tumblr, liat-liat gambar lucu, quotes-quotes menarik. dan aku -berharap- jadi lupa sendiri sama rasa kesel aku.
Inget, nggak ada yang ngelarang kalau kita mau sedih kek, mau seneng kek, mood kita lagi jelek kek, lagi bagus kek. Mangga, boleh, silakan. Tapi...
Tetep, jangan mau diperbudak oleh mood! Ciaaat!
Mood, sering dijadikan alasan buat melakukan suatu hal, dalam hal ini aku menyoroti hal yang agak negatif, misalnya 'nggak kuliah deh, lagi nggak mood..'. Loh, kenapa jadi mood yang disalahin? mentang-mentang mood-nya merasa lagi jelek, terus kita maunya diem di rumah lah, ngga kuliah lah, nggak belajar lah, batalin janji, atau hal lainya yang sebenernya bagi kita atau orang di sekitar kita penting.
Jangan mau diperbudak oleh mood. Ups, jahat amat kata-katanya. Eh, tapi bener kan ya, jangan mau diperbudak oleh mood, maksudnya disini terutama kalo kita lagi ngerasa nggak baik. Bisa-bisa hanya karena mood kita lagi jelek, bawaannya negatif ke diri kita sendiri terus jadi ngasih efek negatif ke semuanya. Aku pernah ngalamin, dan sebenernya nggak mau ngalamin lagi, pernah waktu lagi kesel, langsung berubah jadi over sensitif, orang salah sedikit langsung kena semprot, kan kasian orangnya. Padahal siapa tau orang-orang disekitar kita itu bermaksud baik.
Sejak itu aku usaha buat ngga bikin orang kena getah lagi hanya karena mood aku lagi jelek. Huaaa.. pokoknya ngga boleh. Kalau ada masalah, boleh dibagi ke orang lain, tapi ngga berarti harus dengan cara menularkan mood yang buruk kan? Hihi...
Terus aku mikir, kalu gitu, kenapa nggak coba aja, menciptakan mood sendiri? Nyeh, dikira mood itu kue apa? Tinggal campur telor-tepung terigu-gula-susu-baking powder-dll terus di oven terus jadi enak dan bagus hasilnya? Hayaaaah! Nyiptain mood itu susah, ngga gampang, ngga semudah membalikkan telapak tangan -Hup!- butuh niat dan keinginan dan kuat untuk ngerubah sesuatu yg negatif jadi positif. Tapi namanya usaha kan ya, kenapa mesti nggak mau nyoba sih kalau untuk bikin diri kita jadi pribadi yang lebih baik? -kedip-kedip-
Tarik napas dalem-dalem, hua dingin *nge blog di rumah, mau ujan deh kayaknya*, perlahan aku nyoba nyiptain mood sendiri. Iya, emang lagi kesel, atau lagi capek, tapi..harus dibawa senang. harus dibawa senang. Sugesti : Aku sedang senang. Susah sih, serius, tapi pelan-pelan pasti mulai kerasa positifnya, aku lanjutin buka tumblr, liat-liat gambar lucu, quotes-quotes menarik. dan aku -berharap- jadi lupa sendiri sama rasa kesel aku.
Inget, nggak ada yang ngelarang kalau kita mau sedih kek, mau seneng kek, mood kita lagi jelek kek, lagi bagus kek. Mangga, boleh, silakan. Tapi...
Tetep, jangan mau diperbudak oleh mood! Ciaaat!
Akhirnya Berakhir...
Salah satu pikiran yang menurut aku agak ngerandom muncul di otak aku hari ini. Minggu kemaren aku dapet sms yang isinya pemberitahuan kalau magangers reporter online Kantor Berita ITB bakal dikumpulin hari Sabtu tanggal 22 Januari ini. Agendanya pembagian sertifikat, pengumuman nilai, dan pembagian honor magang -berdasarkan berita yang dibuat-.
Kaget sih, cepet banget ya magangnya selesai. Padahal aku belum banyak bikin berita tuh, baru sekitar sembilan berita dan itu pun nggak semuanya dimuat -ya iyalah-. Tiga bulan kayaknya waktu yang sedikit deh -terhitung September akhir- dan sekarang tiba-tiba udah pengumuman aja gitu. Feelingnya aku sih, bakal diumumin juga siapa yg bakal jadi reporter tetap.
Jujur, kalau aku sih ngerasanya pesimis bakal jadi reporter tetap -hiks, padahal pengen-. Soalnya aku ngerasa kok, aku pernah beberapa kali nggak masuk gara-garanya kebentur jadwal kuliah lapangan sama ujian biostatistika. Terus aku ngerasa masih banyak yang kerjanya lebih oke dari aku. Bukan maksud ngerendahin diri loh ini, tapi aku memang mengakui bahwa aku masih harus banyak belajar kalau memang ingin bener-bener berkegiatan di bidang ini. Makanya, aku ngga terlalu berharap buat jadi reporter 'beneran' di Kantor Berita ITB tapi ya nggak nolak juga kalau dikasih kesempatan. Hehe.
Tapi aku seneng, puas banget sama pengalaman yang didapetin selama magang, puas banget sama ilmu-ilmu yang didapetin selama pemberian materi, puas banget sama kenalan-kenalan yang didapet. Cuma sayangnya aku belum puas sama hasil kerja aku dan cara aku memanfaatkan ilmu-ilmu itu, yeah, harus banyak belajar lagi. Terima kasih semuanyaa!! Terutama orang-oang Kantor Berita ITB yang ngasih kesempatan buat aku magang, meskipun tulisan aku berantakan gini. Iyaaa..aku cinta banget nulis, apalagi kalo ada inspirasi, nyeh, meskipun hasil tulisannya berantakan dan aneh macem begini.
Apapun hasilnya, harus tetep disyukuri kan ya.. hehe. Alhamdulillah banget kalau bisa jadi reporter tetap untuk beberapa bulan ke depan, tapi kalau emang nggak direkrut ya nggak apa-apa, berarti jalannya bukan disitu, cari lagi!
Semangat Adys!
Kaget sih, cepet banget ya magangnya selesai. Padahal aku belum banyak bikin berita tuh, baru sekitar sembilan berita dan itu pun nggak semuanya dimuat -ya iyalah-. Tiga bulan kayaknya waktu yang sedikit deh -terhitung September akhir- dan sekarang tiba-tiba udah pengumuman aja gitu. Feelingnya aku sih, bakal diumumin juga siapa yg bakal jadi reporter tetap.
Jujur, kalau aku sih ngerasanya pesimis bakal jadi reporter tetap -hiks, padahal pengen-. Soalnya aku ngerasa kok, aku pernah beberapa kali nggak masuk gara-garanya kebentur jadwal kuliah lapangan sama ujian biostatistika. Terus aku ngerasa masih banyak yang kerjanya lebih oke dari aku. Bukan maksud ngerendahin diri loh ini, tapi aku memang mengakui bahwa aku masih harus banyak belajar kalau memang ingin bener-bener berkegiatan di bidang ini. Makanya, aku ngga terlalu berharap buat jadi reporter 'beneran' di Kantor Berita ITB tapi ya nggak nolak juga kalau dikasih kesempatan. Hehe.
Tapi aku seneng, puas banget sama pengalaman yang didapetin selama magang, puas banget sama ilmu-ilmu yang didapetin selama pemberian materi, puas banget sama kenalan-kenalan yang didapet. Cuma sayangnya aku belum puas sama hasil kerja aku dan cara aku memanfaatkan ilmu-ilmu itu, yeah, harus banyak belajar lagi. Terima kasih semuanyaa!! Terutama orang-oang Kantor Berita ITB yang ngasih kesempatan buat aku magang, meskipun tulisan aku berantakan gini. Iyaaa..aku cinta banget nulis, apalagi kalo ada inspirasi, nyeh, meskipun hasil tulisannya berantakan dan aneh macem begini.
Apapun hasilnya, harus tetep disyukuri kan ya.. hehe. Alhamdulillah banget kalau bisa jadi reporter tetap untuk beberapa bulan ke depan, tapi kalau emang nggak direkrut ya nggak apa-apa, berarti jalannya bukan disitu, cari lagi!
Semangat Adys!
Sabtu, 15 Januari 2011
Texting Didn't Work Better!
Terjadi lagi..
Salah komunikasi sama orang dan itu sangat membuat aku tidak nyaman.
Bukannya mau nyalahin diri sindiri atau gimana, aku orangnya memang sangat compicated. Hal yang kecil dan terkesan ngga penting pun diperhatiin. Sampai pemilihan bahasa pun, kalau ada yang salah pasti aku langsung keluar sensitifnya. Sometimes, I can be over sensitive, so annoying!
Nah hari ini aku salah ngomong, tepatnya salah nulis ke orang terus orangnya jadi salah sangka sama maksud sms aku. I think I've made him mad :( Padahal sebenernya maksud aku bukan begitu, sama sekali ngga berniat untuk menyinggung perasaan apalagi bikin kesel.
Bener dong ya berarti, komunikasi yang paling baik itu komunikasi dua arah secara langsung, baik dengan telepon maupun bicara langsung saat ketemu sama orang yg mau diajak ngobrol. Sayangnya hal itu kan ngga terus-terusan bisa dilakukan, apalagi kalau orang yang diajak ngobrol bukan tetanggaan -random dikit-. Texting seems so simple, tapi kita kan nggak bisa secara langsung liat ekspresi orang yang kita ajak ngomong, Siapa tau tulis "hahaha" tapi mukanya masam, atau nulis pake capslock terus bingung maksudnya lagi marah atau cuma lagi menegaskan doang. Who knows.
Yeah, finally, cuma buat share aja sih ini, cuma buat curhat. Sempet ngerasa salah banget sama orang yang aku sms tadi, aku minta maaf dan mengakui bahwa aku terkadang bukan orang yang baik dalam memilih kata kalo sms sampe kadang-kadang ambigu terus ngga sesuai sama yang dimaksud sampe2 menyinggung.
Pelajaran buat aku, sms ngga selamanya efektif buat ngomongin masalah. It's okay kalo cuma buat make some chit-chat and laugh tapi kalo buat ngomongin masalah yang cukup sensitif, menyangkut suka-tidak suka atau omongan serius, sms nggak selamanya baik. Takutnya pemilihan katanya salah terus jadi bikin orang yang baca ngga ngerti bahkan jadi berburuk sangka. Makanya kalau ada sesuatu hal yg kemungkinan bakal jadi ngelantur kalo diomongin lewat sms, omongin aja langsung.
Salah komunikasi sama orang dan itu sangat membuat aku tidak nyaman.
Bukannya mau nyalahin diri sindiri atau gimana, aku orangnya memang sangat compicated. Hal yang kecil dan terkesan ngga penting pun diperhatiin. Sampai pemilihan bahasa pun, kalau ada yang salah pasti aku langsung keluar sensitifnya. Sometimes, I can be over sensitive, so annoying!
Nah hari ini aku salah ngomong, tepatnya salah nulis ke orang terus orangnya jadi salah sangka sama maksud sms aku. I think I've made him mad :( Padahal sebenernya maksud aku bukan begitu, sama sekali ngga berniat untuk menyinggung perasaan apalagi bikin kesel.
Bener dong ya berarti, komunikasi yang paling baik itu komunikasi dua arah secara langsung, baik dengan telepon maupun bicara langsung saat ketemu sama orang yg mau diajak ngobrol. Sayangnya hal itu kan ngga terus-terusan bisa dilakukan, apalagi kalau orang yang diajak ngobrol bukan tetanggaan -random dikit-. Texting seems so simple, tapi kita kan nggak bisa secara langsung liat ekspresi orang yang kita ajak ngomong, Siapa tau tulis "hahaha" tapi mukanya masam, atau nulis pake capslock terus bingung maksudnya lagi marah atau cuma lagi menegaskan doang. Who knows.
Yeah, finally, cuma buat share aja sih ini, cuma buat curhat. Sempet ngerasa salah banget sama orang yang aku sms tadi, aku minta maaf dan mengakui bahwa aku terkadang bukan orang yang baik dalam memilih kata kalo sms sampe kadang-kadang ambigu terus ngga sesuai sama yang dimaksud sampe2 menyinggung.
Pelajaran buat aku, sms ngga selamanya efektif buat ngomongin masalah. It's okay kalo cuma buat make some chit-chat and laugh tapi kalo buat ngomongin masalah yang cukup sensitif, menyangkut suka-tidak suka atau omongan serius, sms nggak selamanya baik. Takutnya pemilihan katanya salah terus jadi bikin orang yang baca ngga ngerti bahkan jadi berburuk sangka. Makanya kalau ada sesuatu hal yg kemungkinan bakal jadi ngelantur kalo diomongin lewat sms, omongin aja langsung.
Buanglah Sampah ke...
Tanggal 4 Januari kemaren adalah pertama kalinya aku naik kapal laut (ferry). Sebelumnya ngga pernah pake kapal laut. Aku naik kapal laut dari Ketapang ke Gilimanuk, ini bukan mau liburan loh ya, melainkan ada fieldtrip akuakultur ke Bali selama 4 hari -tapi ada liburannya juga sih, hehehe-.
Pertama masuk ke Ketapang, keren, hahaha, ada banyak kapal yangsiap mengangkut penumpang. Akhirnya rombongan kami naik ke sebuah kapal tepat 3 menit sebelum berangkat, di dalem kapal udah banyak orang.
Pas masuk kapal, kayak ada sesuatu yg menggelitik perasaan aku, haha, lucu aja gitu liat bagian dalemnya kapal, tempat duduknya cem tempat duduk ruang tunggu di rumah sakit, terus kanan-kiri ada TV yang muter video dangdut antah berantah, toilet setiap sisi, warung, dan di lantai atas ada dek terbuka buat para alay main titanic-titanic-an. Hoho, seem so funny.
Tapi sebenernya aku bukan mau cerita tentang enaknya naik kapal, melainkan kejadian ngga enak pas naik kapal ini -___-". Jadi ceritanya, waktu itu aku haus, terus beli fruit tea di warung yg ada di kapal, ngerasa males balik ke tempat duduk , aku diem di depan jendela terbuka -bawahnya langsung laut men!- terus disitu ada kak ivanna.
aku : Ngga terlalu dingin ya kak, eh gila lah itu bawah langsung laut.
KI : Hehe, dulu, waktu aku kecil suka ada lumba-lumba loh disini, selama nyebrang lumba-lumbanya berenang terus lompat. Sekarang udah nggak ada, nggak tau kenapa.
aku : Wah enak, aku masa liat lumba2 di gelanggang samudera terus cuma dari pertunjukkan lumba-lumba keliling, yang kalo mau foto bayar 20rb.
Sampai sini pembicaraan aku berhenti, ada ibu-ibu dengan dandanan nyentrik nyamperin sambil bawa popmie. Aku pikir beliau mau nimbrung mantengin jendela, taunyaa...
ibu : Ini mie ternyata nggak enak ya, mau dibuang aja
Aku mikir, lah siapa yang nanya? Tapi ngeliat ibu itu mau buang mie, kok malah nyamperin aku -emangnya aku tong sampah- toh tempat sampah yang sebenarnya cuma berjarak kira2 2 meter dari tempat kami berdiri.
aku : Oh, ibu mau buang mienya? Di situ ada tempat sampah bu.. (sambil nunjuk tempat sampah, takutnya doi ngga ngeh ada tempat sampah terus mau nanya. si ibu pun melirik.)
ibu : Ngga usah dibuang ke situ, dibuang ke sini aja (si ibu bergerak mendekati jendela, omg! si ibu mau buang sampah ke laut masa?)
aku : Jangan bu, nggak usah ke laut, kan disana ada tempat sampah, itu popmienya kan pake styrofoam, jadi dibuang ke situ aja (berusaha ramah tapi ngalangin jendela pake badan)
ibu : Ngga usah! Udah kesini aja. (ngelempar popmie ke laut, melewati kepala aku soalnya kan jendelanya aku tutupin sama badan, omg!!)
Aku dan kak Ivanna berbengong ria.
Hawwrr!! Don't you know that styrofoam is undegradable huh? And you've threw it to the sea!!
Padahal kan di dalem kapal banyak tempat sampah, terus ada himbauan "terimakasih untuk tidak membuang sampah anda ke laut". Tau gitu kan sampah ibu itu aku buangin aja ke tempat sampah. Agak menyesal. Sigh!!
Aku balik ke tempat duduk, terus mikir, mungkin ibu itu nggak tahu ya kalau ngebuang styrofoam ke laut itu mencemari lingkungan? Atau ibu itu ngehnya styrofoam bisa terurai di air asin? Padahal kan ngga.
Please, makin banyak orang yang ngambil cara praktis kayak gitu, makin kacau tuh laut kita, makin tercemar dan itu bakal ngaruh ke makhluk hidup didalamnya -termasuk lumba-lumba, mereka nggak suka lingkungan tercemar-
Berarti bener ya, salah satu faktor kerusakan lingkungan dari berbagai sisi itu emang dari peran besar manusia, padahal kan itu merugikan buat manusia sendiri. Tanpa bermaksud nyalahin ibu itu, kebayang ngga sih, kalau ibunya aja kayak gitu, anaknya gimana? Ya masa iya mau diajarin buang sampah ke laut -atau sembarangan- juga? Kalau yang tua-tua ngga nyadar, gimana mau ngajarin yang muda? Kalau yang muda nggak belajar, gimana mau ngejaga lingkungan buat masa depan?
Dari kejadian kecil itu aja, nggak tau kenapa aku kepikiran banget. Orang-orang yang berjuang nyelamatin lingkungan mungkin jumlahnya berbanding lurus -atau lebih sedikit- sama orang yg ngerusak lingkungan, baik sengaja maupun nggak sengaja.
Yaah, mungkin sebagian dari kita emang nggak bisa bikin gerakan cinta lingkungan yang besar-besaran terus menginspirasi semua orang. Tapi seenggaknya kita bisa kan menyadarkan diri sendiri dan orang lain sedikit-sedikit buat menjaga lingkungan. Makin banyak orang berlaku begitu, semoga lingkungan kita kondisinya makin baik. Amin.
Pertama masuk ke Ketapang, keren, hahaha, ada banyak kapal yangsiap mengangkut penumpang. Akhirnya rombongan kami naik ke sebuah kapal tepat 3 menit sebelum berangkat, di dalem kapal udah banyak orang.
Pas masuk kapal, kayak ada sesuatu yg menggelitik perasaan aku, haha, lucu aja gitu liat bagian dalemnya kapal, tempat duduknya cem tempat duduk ruang tunggu di rumah sakit, terus kanan-kiri ada TV yang muter video dangdut antah berantah, toilet setiap sisi, warung, dan di lantai atas ada dek terbuka buat para alay main titanic-titanic-an. Hoho, seem so funny.
Tapi sebenernya aku bukan mau cerita tentang enaknya naik kapal, melainkan kejadian ngga enak pas naik kapal ini -___-". Jadi ceritanya, waktu itu aku haus, terus beli fruit tea di warung yg ada di kapal, ngerasa males balik ke tempat duduk , aku diem di depan jendela terbuka -bawahnya langsung laut men!- terus disitu ada kak ivanna.
aku : Ngga terlalu dingin ya kak, eh gila lah itu bawah langsung laut.
KI : Hehe, dulu, waktu aku kecil suka ada lumba-lumba loh disini, selama nyebrang lumba-lumbanya berenang terus lompat. Sekarang udah nggak ada, nggak tau kenapa.
aku : Wah enak, aku masa liat lumba2 di gelanggang samudera terus cuma dari pertunjukkan lumba-lumba keliling, yang kalo mau foto bayar 20rb.
Sampai sini pembicaraan aku berhenti, ada ibu-ibu dengan dandanan nyentrik nyamperin sambil bawa popmie. Aku pikir beliau mau nimbrung mantengin jendela, taunyaa...
ibu : Ini mie ternyata nggak enak ya, mau dibuang aja
Aku mikir, lah siapa yang nanya? Tapi ngeliat ibu itu mau buang mie, kok malah nyamperin aku -emangnya aku tong sampah- toh tempat sampah yang sebenarnya cuma berjarak kira2 2 meter dari tempat kami berdiri.
aku : Oh, ibu mau buang mienya? Di situ ada tempat sampah bu.. (sambil nunjuk tempat sampah, takutnya doi ngga ngeh ada tempat sampah terus mau nanya. si ibu pun melirik.)
ibu : Ngga usah dibuang ke situ, dibuang ke sini aja (si ibu bergerak mendekati jendela, omg! si ibu mau buang sampah ke laut masa?)
aku : Jangan bu, nggak usah ke laut, kan disana ada tempat sampah, itu popmienya kan pake styrofoam, jadi dibuang ke situ aja (berusaha ramah tapi ngalangin jendela pake badan)
ibu : Ngga usah! Udah kesini aja. (ngelempar popmie ke laut, melewati kepala aku soalnya kan jendelanya aku tutupin sama badan, omg!!)
Aku dan kak Ivanna berbengong ria.
Hawwrr!! Don't you know that styrofoam is undegradable huh? And you've threw it to the sea!!
Padahal kan di dalem kapal banyak tempat sampah, terus ada himbauan "terimakasih untuk tidak membuang sampah anda ke laut". Tau gitu kan sampah ibu itu aku buangin aja ke tempat sampah. Agak menyesal. Sigh!!
Aku balik ke tempat duduk, terus mikir, mungkin ibu itu nggak tahu ya kalau ngebuang styrofoam ke laut itu mencemari lingkungan? Atau ibu itu ngehnya styrofoam bisa terurai di air asin? Padahal kan ngga.
Please, makin banyak orang yang ngambil cara praktis kayak gitu, makin kacau tuh laut kita, makin tercemar dan itu bakal ngaruh ke makhluk hidup didalamnya -termasuk lumba-lumba, mereka nggak suka lingkungan tercemar-
Berarti bener ya, salah satu faktor kerusakan lingkungan dari berbagai sisi itu emang dari peran besar manusia, padahal kan itu merugikan buat manusia sendiri. Tanpa bermaksud nyalahin ibu itu, kebayang ngga sih, kalau ibunya aja kayak gitu, anaknya gimana? Ya masa iya mau diajarin buang sampah ke laut -atau sembarangan- juga? Kalau yang tua-tua ngga nyadar, gimana mau ngajarin yang muda? Kalau yang muda nggak belajar, gimana mau ngejaga lingkungan buat masa depan?
Dari kejadian kecil itu aja, nggak tau kenapa aku kepikiran banget. Orang-orang yang berjuang nyelamatin lingkungan mungkin jumlahnya berbanding lurus -atau lebih sedikit- sama orang yg ngerusak lingkungan, baik sengaja maupun nggak sengaja.
Yaah, mungkin sebagian dari kita emang nggak bisa bikin gerakan cinta lingkungan yang besar-besaran terus menginspirasi semua orang. Tapi seenggaknya kita bisa kan menyadarkan diri sendiri dan orang lain sedikit-sedikit buat menjaga lingkungan. Makin banyak orang berlaku begitu, semoga lingkungan kita kondisinya makin baik. Amin.
Es Markisa, Harapan Saya..
11111, bukan nomor togel, maksudnya tanggal 11 Januari 2011. Pada hari itu aku melakukan hal yang menurut aku odong alias konyol alias aneh alias begooo banget.
Jadi ceritanya, habis maghrib gitu, aku mau makan sama temen aku di nyawang (Temen aku = TA, nama disamarkan bisi malu temenan sama aku, haha). Karena aku pengen minum es markisa favorit aku, jadi kami makan di warung kabita, terus mesen sama aa' yg jaga (Penjaga Warung Kabita = PWK)
aku :orak arik telur kornet sama es markisa ya a'
TA : mie goreng sama es teh susu ya
mas PWK : maaf teh, ini es markisanya ngga ada, abis
aku : heemm..ganti apa dong ya *melirik TA-maksudnya meminta pendapat*
mas PWK : mau es teh susu juga? atau mau jeruk, atau jus buah teh?
aku : kalau markisa panas ada? -ngotot- (beneran, ga ada maksud apa2, yg kepikiran waktu itu cuma siapa tau markisa panas ada)
mas PWK : (cengar-cengir) ya ngga ada atuh teh..
TA : (ketawa) yg nggak ada kan markisanya dys, bukan es-nyaaaa....
odong ya aku teh, konyol.. -______-"
Ke-odong-an terjadi lagi pas aku makan di situ lagi dua hari kemudian, dengan aa' PWK yang sama, bedanya ini aku sama anak2 eksternal + mba ichang. (nama anak eksternal tidak disebutkan). Aku bawa list pesenan sendiri kan ke si aa'nya,
disitu tertulis 'es markisa 1', pesenan aku.
mas PWK : teh, es markisanya abiis..
aku : hem, ganti apa dong ya?? -kali ini emang bener2 bingung, jd tanya si aa'nya-
mas PWK : (cengar-cengir) markisa panasnya juga abis ya teh..
aku : (langsung malu, keinget kemarennya) iya, es teh susu aja.
Jadi ceritanya, habis maghrib gitu, aku mau makan sama temen aku di nyawang (Temen aku = TA, nama disamarkan bisi malu temenan sama aku, haha). Karena aku pengen minum es markisa favorit aku, jadi kami makan di warung kabita, terus mesen sama aa' yg jaga (Penjaga Warung Kabita = PWK)
aku :orak arik telur kornet sama es markisa ya a'
TA : mie goreng sama es teh susu ya
mas PWK : maaf teh, ini es markisanya ngga ada, abis
aku : heemm..ganti apa dong ya *melirik TA-maksudnya meminta pendapat*
mas PWK : mau es teh susu juga? atau mau jeruk, atau jus buah teh?
aku : kalau markisa panas ada? -ngotot- (beneran, ga ada maksud apa2, yg kepikiran waktu itu cuma siapa tau markisa panas ada)
mas PWK : (cengar-cengir) ya ngga ada atuh teh..
TA : (ketawa) yg nggak ada kan markisanya dys, bukan es-nyaaaa....
odong ya aku teh, konyol.. -______-"
Ke-odong-an terjadi lagi pas aku makan di situ lagi dua hari kemudian, dengan aa' PWK yang sama, bedanya ini aku sama anak2 eksternal + mba ichang. (nama anak eksternal tidak disebutkan). Aku bawa list pesenan sendiri kan ke si aa'nya,
disitu tertulis 'es markisa 1', pesenan aku.
mas PWK : teh, es markisanya abiis..
aku : hem, ganti apa dong ya?? -kali ini emang bener2 bingung, jd tanya si aa'nya-
mas PWK : (cengar-cengir) markisa panasnya juga abis ya teh..
aku : (langsung malu, keinget kemarennya) iya, es teh susu aja.
Langganan:
Postingan (Atom)