Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.

Kamis, 09 Februari 2012

In Love w/ KlungBot


Hari itu, 4 Februari 2012, saya menelusuri Ganesha Cave, sebuah wahana yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Geologi ‘GEA’ ITB dalam rangka event ITB Fair yang digelar di kampus Ganesha. Pagi-pagi sekali saya coba wahana itu, kebetulan emang sengaja dateng pagi sih, soalnya mau TA juga. Hehehe. Secara umum si Ganesha Cave ini menarik, bentuknya macem gua, didalamnya banyak informasi tentang Geologic Time Scale, mitigasi bencana, batuan, fosil etc.

Tapi sebenernya, bukan Ganesha Cave yang saya bahas disini. Hahaha. Maaf, maaf, paragraf pertama tadi hanya pengalih pembicaraan. Yang ingin saya bahas disini adalah apa yang ada di pintu keluar Ganesha Cave, yang membuat saya jatuh cinta, sampai sekarang…

Ya, saya jatuh cinta, hingga sekarang. Suaranya masih terngiang...

KlungBot, KlungBot, KlungBot namanya. Awal saya menyadari keberadaan dia adalah saat saya berada di ujung Ganesha Cave. Saya mendengar suaranya melantunkan “Laskar Pelangi”, yang membuat saya mengalihkan perhatian dari mbak/mas mahasiswa/i GEA yang lagi nerangin tentang fossil dll.

Saya keluar dari Ganesha Cave, dan mendapati ia berdiri sambil terus melantunkan lagu itu. Saya tersenyum, saya rindu suaranya, saya tergetar karena saya memang rindu akan getaran bambunya. Ya, KlungBot ini bukan manusia, tapi singkatan dari “Angklung Robot”.



Mata saya menyapu pandangan sekitar saya. Beberapa orang berdiri sejajar dengan saya, ikut menikmati suaranya. Ini memang unik! Sangat unik! Sebuah lagu yang dilantunkan angklung biasanya dimainkan oleh satu team yang umumnya terdiri lebih dari 10 orang kini di depan saya dimainkan secara otomatis. Angklung bergetar otomatis, bergetar sendiri (haha), tak ada manusia yang menggetarkannya. Di depan saya hanya terdapat 1 set angklung dan sebuah laptop. Diatur oleh suatu sistem.


KlungBot. Robot ini merupakan perangkat mikroprossesor yang dilengkapi dengan banyak motor dan lengan mekanis. Satu robot memiliki 12 lengan, cukup untuk memegang set angklung 1 oktaf. Dengan demikian diperlukan 3 buah robot untuk unit angklung 3 oktaf. Ketiga robot ini kemudian dikontrol oleh sebuah komputer.


KlungBot yang dikembangkan di Teknik Fisika ITB ini dapat memainkan angklung secara manual maupun otomatis. Secara manual, papan kunci pada layar komputer dapat dimainkan, mirip seperti bermain piano, KlungBot akan memainkan nadanya. Selain itu aransemen lagu dengan notasi not angka dapat disimpan dalam playlist dan dimainkan secara otomatis.


Dengan adanya KlungBot ini, salah satu modernisasi alat musik tradisional telah muncul. Tanpa mengurangi maknanya, budayanya, dan kelestariannya. KlungBot ini saya pastikan akan menarik perhatian, membuat jatuh cinta banyak orang pada angklung.


Meskipun saya biasa mendengar suara angklung lewat CD, bahkan jauh lebih menyukainya saat dimainkan oleh team, lebih jauh lebih suka lagi jika saya pun berada di dalamnya, KlungBot ini tetap bisa menutupi sebagian kerinduan saya pada suara angklung, pada permainan angklung yang saya gemari sejak SMA.

Lagu yang dimainkan KlungBot berganti, kali ini Bohemian Rhapsody! Saya semakin betah memandangi dia...


Hari Ke-55


9 Februari 2012

Terhitung 55 hari sejak saya masuk Lab. Genetika, 55 hari sejak saya memutuskan memulai penelitian Tugas Akhir saya, yang waktu itu saya mulai dengan penuh rasa ketidakpastian, keraguan. Apa saya bisa? Apa saya mampu? Apa saya kuat? Apa saya mengerti dan bisa melakukannya dengan baik? dan…. Apa saya bisa lulus? Hehe..

Jujur saya sempat takut, apalagi ada beberapa pihak yang bukannya mendukung tapi malah bilang “Lo ngapain TA pake topik susah-susah begitu? Gw sih ogah ya, lo nggak takut lulusnya lama?” yeeeeee.. (-_-“)

Saya sempat down, tiap hari kepikiran. Rasanya hidup nggak tenang, kepikiran terus sebulan ke depan, dua bulan, tiga bulan, hingga Juli tiba, atau bahkan hingga Oktober tiba, atau bahkan hingga April 2013 tiba.

Lebih terintimidasi lagi sama orang-orang yang udah mulai TA duluan dan udah mau selesai. Kok rasanya enak banget gitu. Orang-orang yang udah masuk Lab. Gene duluan, kok rasanya udah fasih banget pake alat-alat Lab., sementara saya masih pake spektro aja masih harus ditemenin gara-gara paranoid harga kuvetnya mahal. Saya masih butuh bimbingan kalo mau bikin sel kompeten, transformasi. Pake PCR aja saya belum ngerti lho. Hahaha.

Tapi, semakin hari saya semakin percaya, Allah nggak akan ngasih cobaan yang tidak bisa diatasi hambaNya, tidak akan memberikan tugas yang tidak dapat diselesaikan hambaNya. Saya berusaha menssuport diri sendiri kalau saya bisa! Hal ini kecil, belum apa-apa kalau dibandingkan kehidupan saya di masa depan. Jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan memang tidak selalu mulus.

“Justru kamu harus bersyukur masih bisa mikirin TA, itu artinya kamu peduli sama TA kamu, kamu pengen ngelakuin yang terbaik buat TA kamu, jika pun ada hasil yang belum memuaskan, itu bukan kegagalan melainkan sebuah proses…”

TA saya worth, TA saya visible, TA saya possible! Dan ini memang pilihan saya, apa yang saya inginkan.

Sekarang, hari ke-55, saya harus kerja lebih keras lagi, usaha lebih giat lagi, biar hasilnya bagus. Biar hasil penelitian TA saya nggak cuma bikin saya puas, tapi juga bikin puas pembimbing saya, dan orang-orang yang ngedukung saya. Ini semua harus jadi pembuktian untuk orang-orang yang kemarin hari menyangsikan saya dan topik TA yang saya pilih (kekeuh..haha)

Dan terima kasih Allah, karena ditengah proses ini Kau selalu memberikan kejutan-kejutan indah, Kau selalu memberikan ‘hadiah’ setelah saya mengalami kegagalan. Intinya saya percaya Allah selalu menghargai usaha hambaNya. Saya mengerti bahwa kegagalan-kegagalan pada awalnya Allah berikan agar saya berusaha lebih keras dan giat agar hasilnya membahagiakan, indah pada waktunya. Saya juga bersyukur karena Allah juga memberikan sumber-sumber kekuatan, suntikan semangat, lewat diri saya sendiri maupun orang-orang yang saya sayangi.. (^-^)

 “Hal yang berat akan terasa lebih ringan dan mudah saat kita mengerjakannya dengan ikhlas”, kata-kata yang selalu terngiang di pikiran saya. Ya, saya belajar untuk mencintai apa yang saya kerjakan, ikhlas dan sungguh-sungguh dengan apa yang saya tekuni. Kelak, saat saya merasa down dan sudah tidak mampu lagi, saya akan kembali membaca tulisan ini untuk membakar semangat saya lagi karena ini lah sumber kekuatan saya. Bismillah! Semuanya untuk masa depan yang lebih cerah.

Sabtu, 28 Januari 2012

(Y)Our New Page

Jauh hari aku telah menganggap bahwa masa lalu kita yang indah dan menyenangkan telah kita tutup dengan senyuman. Tidak ada tangis, meski awalnya ada rasa menyesal karena tidak sempat memperbaiki kekurangan-kekurangan sebelumnya, kita ,atau tepatnya aku, akhirnya menerima, we're not meant to be. I'm just not into you and so you too.

Kita telah selesaikan lembar terakhir buku kita beberapa tahun yang lalu. Ya, buku kita sudah habis. Setelah itu, aku akui terkadang aku iseng membuka-bukanya lagi, hanya untuk melihat seberapa banyak kata-kata yang kita tulis bersama, seberapa banyak hari yang telah kita lewati, seberapa banyak kenangan yang kita buat, dan seberapa lugu kita dulu.Tapi sejak hampir dua tahun lalu, aku putuskan untuk tidak akan pernah membuka buku itu lagi, aku tidak akan pernah menyentuhnya lagi.

Kamu adalah sekelumit kisah belajarku. Setelah itu awalnya aku berjalan sendiri, hidup harus berjalan terus kawan. Kau jadi kawanku sekarang, dan selamanya. Iya, aku berjalan sendiri, mempersiapkan buku baruku, dan aku rasa aku telah menemukannya.

Kita sudah dewasa, dan pikiran ini harus menjadi lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan, benar kan? Karena itu, telah lama aku simpulkan, bagiku, kita ini adalah masa lalu. And now I'm facing the future, so you too. Ya, usia 17 itu memang penuh lika-liku dimana kebijaksanaan terbentur keteledoran, kedewasaan terbentur kekanak-kanakan.Tapi kini aku 20 tahun, time changes, feelings change.

Dan sekarang akhirnya kamu berhasil membuka satu halaman pertama buku baru kehidupanmu. Buku yang berbeda. Buku yang bukan kamu dan aku yang ada didalamnya. Aku berdoa agar tidak ada lembaran-lembaran berisi sesal, berisi kesia-siaan, berisi tangis, luka, kekecewaan, pengharapan yang tak selesai, di buku barumu, juga aku, karena itu sudah terlalu banyak aku baca di buku kita dulu. Aku senang karena akhirnya kita bisa membuka lembaran buku kita masing-masing, yang akan kita isi dengan cerita kita masing-masing. . Aku juga senang karena setelah tiga tahun tanpa buku, kamu akhirnya punya buku untuk menuliskan hari-harimu dengan dia, dan bahagia :)

And as I've said brother, there's no 'US', only 'YOU' and 'I'.
Thanks for all the memories buddy!
I wish you for all the best brother, all the best.

Terima kasih Allah, satu beban dalam kehidupanku (dan pikiranku) akhirnya benar-benar hilang sudah :)

Jumat, 09 Desember 2011

See You Next Time Eyang Mama, We Love You :)


Sebenernya aku udah lama ingin nulis tentang eyang mama di blog-ku. Tapi karena kemarin-kemarin bener-bener nggak ada waktu uuntuk nge-blog bahkan untuk buka tumbrl sekalipun aku nggak sempet nge-post apa-apa. Untungnya hari ini setelah UAS beres, aku sempet nulis sesuatu. Something about my lovely grandma…

Sejak Mei 2011, eyang mama didiagnosis kanker serviks stadium akhir. Eyang mama emang udah sakit lama sebelum hari itu, tapi setiap diperiksa ke dokter nggak ada indikasi apa-apa. Setelah dibawa ke dokter spesialis onkologi barulah keluarga besar kami tahu kalau sakit eyang udah cukup parah.

Segala macem cara dilakuin keluarga besar untuk bikin eyang mama sembuh, mulai dari berobar ke dokter sampai herbalist. Mulai dari suplai obat-obatan sampai membujuk eyang mama untuk minum teh daun sirsak dan sarang semut tiap hari. Tapi nggak termasuk kemoterapi lho ya, karena dokter bilang, badan eyang terlalu lemah dan malah mungkin nggak akan kuat sama obatnya.

Aku masih inget, 31 Agustus 2011, keluarga besar semua kumpul di Cimahi untuk lebaran bareng. Saat itu eyang mama masih bisa bangun, ngobrol panjang, meski nggak segesit dulu. Bahkan di tanggal 2 September kami sekeluarga besar pergi ke kampung halaman eyang mama untuk menghadiri nikahan keponakannya beliau. Di acara itu, aku sempet jadi fotografer dadakan motretin sodara-sodara termasuk motretin ibu dan tante aku bareng eyang mama. Setelah foto eyang mama selalu minta liat hasil fotonya, “eyang kelihatan sekali sakitnya ya mbak dys?” kata beliau. Well, setelah sakit eyang mama emang kehilangan banyak berat badan. Tapi aku cuma senyum dan bilang, “tapi eyang kelihatan lebih seger kok yang dengan baju yang eyang pakai..”. Baju gamis kuning pupus itu hasil pilihan ibu dan aku waktu belanja di minggu kemarinnya…

Rabu, 31 Agustus 2011, waktu sungkeman lebaran eyang mama ngedoain aku untuk cepet lulus, dapet jodoh yang baik, dan bahagiain orang tua sama keluarga besar. Eyang mama juga minta doaku supaya bisa liat aku wisuda. Aku bahagia banget sekaligus terharu. Dan waktu itu aku sama sekali nggak ada pikiran kalau hari itu adalah lebaran terakhir bareng eyang mama…

Hari ini, 10 Desember 2011, genap sebulan eyang mama meninggal dunia.

Setelah bolak balik rumah sakit Borromeus, Advent, dan RSHS dimana selama itu beliau selalu ditemenin ibu aku , keluarga besar, dan aku yang juga bolak balik rumah sakit-kampus. Kadang aku suka senyum-senyum sendiri kalau aku lagi nengok eyang mama terus pamit kuliah, beliau selalu bilang “mbak dys, nanti balik lagi yaa…” atau suka minta dibeliin makanan yang enak-enak. Ujung-ujungnya aku yang disuruh makan, soalnya eyang mama harus makan makana rumah sakit.

Setelah perjalanan panjang beliau berjuang ngelawan penyakit kanker serviks yang menggeroti tubuhnya. Penyakit eyang mama udah sistemik dan nyerang fungsi organ. Di hari-hari terakhir, beliau nggak sadarkan diri dan dirawat di ruang HCU plus bergantung sama alat-alat yang ada disana. Dua hari setelah masuk HCU, tubuh eyang udah menolak obat dan alat-alat udah nggak bisa berefek apa-apa lagi. Alat-alat pun akhirnya dicabut..

Jumat, 11 November 2011, tepat pukul 00.00 sebelum pergantian hari, eyang mama menginggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun…

Jam 3 pagi aku sampai di Cimahi, eyang mama udah terbujur kaku berbalut kain kafan, bersiap menghadap Allah seperti yang eyang pernah ceritakan. Aku, sama kayak anggota keluarga lainnya, sedih banget. Tapi ibu selalu bilang kalo kita harus ikhlas. Kita selalu minta Allah kasih yang terbaik buat eyang, dan mungkin Allah menentukan inilah yang terbaik..

Jam 8 pagi eyang dishalatkan di masjid yang dulu sering kita datengin bareng-bareng untuk pengajian, shalat maghrib, isya, shalat tarawih. Eyang dulu pesen kalau wafat minta dilepas dari masjid ini..

Jam 11 siang eyang sampai di tempat yang selalu eyang bilang sebagai tempat eyang nunggu kita untuk sama-sama masuk surga..

I’ll remember those moments, eyang…

Aku juga akan selalu inget eyang sampai kapanpun. Eyang yang selalu ngingetin aku untuk ibadah, yang selalu nemenin aku belajar dan yang selalu nemenin aku tidur setiap jam 4 pagi sampai aku bangun waktu aku masih di bangku SD dan tinggal sama eyang…

Eyang yang selalu nasehatin aku supaya kuliah yang bener, yang selalu ngingetin aku untuk bantuin ibu, yang selalu bilang kalau eyang suka banget aku sama ratih pake jilbab..

See you next time eyang mama, we love you J

Minggu, 09 Oktober 2011

Memulai Hidup dengan Mimpi



Mimpi bukanlah suatu kata yang asing bagi kita. Mimpi dapat diartikan sebagai harapan atau sesuatu yang ingin kita capai. Mimpi adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika kita renungkan kembali, apa yang kita nikmati saat ini seperti kemajuan di bidang teknologi, kemudahan dalam mengakses informasi, dan segala hal yang memberikan kita manfaat semuanya diawali dari mimpi. Semua orang berhak bermimpi dan dapat memulai mimpi itu dari mana saja. Semua orang berhak memperjuangkan mimpi mereka karena mimpi bukanlah suatu hal yang mustahil.

“Gila, mimpi apa saya semalam?”

Kalimat diatas pasti pernah keluar dari bibir teman-teman minimal sekali seumur hidup. Ya, kalimat itu juga pernah terlontar dari mulut saya. Mau tahu kapan?

Salah satunya adalah ketikasaya diterima di ITB.

Sebenarnya, menjadi mahasiswi ITB bukan sekedar mimpi saya selama satu malam, melainkan mimpi selama bertahun-tahun. Nggak tahu kenapa, rasanya seneng banget kalau berhasil jadi mahasiswi ITB. It’s a dream came true! Ya, meski menjadi mahasiswi ITB itu hanya satu bagian kecil dari tujuan hidup saya, tetap saja saya memulainya hanya dengan mimpi.

Orang bilang masuk ITB susah, saingannya banyak. Awalnya saya sempat patah semangat gara-gara nyadar kalau saya nggak pinter-pinter amat, masih banyak orang di luar sana yang kemampuannya jauh diatas saya. Tapi ada lagu yang bikin saya bangun lalu terdorong untuk mewujudkan mimpi itu. Lagunya Celine Dion, judulnya “The Power of The Dream”.

“Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination”

Atau bagian refrain-nya..

“Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here”

Intinya lagu itu bercerita bahwa di dunia ini nggak ada hal yang mustahil terwujud selama kita percaya kekuatan mimpi dan keyakinan untuk terus mengejarnya, kita pasti bisa!

Jadi inget, sekitar dua tahun lalu saya sedang duduk di sebuah angkot tujuan Kalapa-Dago, kebetulan penumpangnya cuma saya. Supir angkotnya adalah seorang bapak paruh baya yang berwajah ramah. Tidak lama, obrolan kami pun mengalir.

“Kuliah Neng?” tanya pak supir, saya menjawab dengan anggukan. Beliau dapatlangsung bisamenebak tempat saya kuliah dari jas almamater yang saya pakai, saat itu saya pulang dari acara kemahasiswaan terpusat di kampus.

Dari beliau saya tahu, ternyata ketigaputra beliau kuliah di ITB. Dua anaknya sudah lulus, satu dari Teknik Elektro, satunya dari Teknik Metalurgi. Sekarang anak bungsunya sedang mennyusun tugas akhir di jurusan Teknik Lingkungan. Saya hanya dapat bergumam “Wow banget!”.

“Waktu Bapak bilang sama orang-orang kalau anak-anak Bapak pengen sekolah di ITB, mereka bilang nggak mungkin. Katanya ITB susah, tempat orang-orang kaya, anak-anak Bapaknggak akan cocok kuliah di sana. Tapi ngeliat ketekunan anak-anak, Bapak malah jadi semangat, Bapak pengen mereka lebih baik dari Bapak, bisa mandiri dan cari uang sendiri.”

“Akhirnya Bapak ikutin mimpi mereka, pas SNMPTN mereka keterima, alhamdulillah sekali. Neng. Lebih alhamdulillah lagi kebetulan Bapak ada rejeki, tahun-tahun awal Bapak biayain, kebelakangnya anak-anak semuanya dapet beasiswa, padahal nggak pinter banget, Neng. Alhamdulillah Allah ngasih kesempatan aja.”

Cerita pun berlanjut, buat saya ceritanya inspiratif banget, saya kagum sama bapaknya. Beliau nggak peduli sama omongan orang-orang yang bilang anaknya nggak pantes masuk ITB dan beliau tetap berjuang. Alasannya sederhana, beliau punya mimpi kelak anak-anaknya bernasib lebih baik dari beliau. Melihat beliau, saya jadi ingin terus belajar. Belajar bermimpi dan berani mewujudkannya.
Wow, the power of dreams!

Ada wejangan dari dosen pembimbing tugas akhir saya saat kami ngobrol dan saya cerita tentang mimpi-mimpi saya. “Jangan lupa untuk selalu menyisipkan aroma positif di setiap mimpimu, itu bakal bikin kita berpikir kembali tentang mimpi-mimpi kita, bikin kita semakin semangat meraihnya”. Aroma positif dapat berarti segala sesuatu yang membuat kita bersemangat dan berpikiran optimis. Apa yang kita impikan sebaiknya memiliki tujuan yang baik serta target yang jelas sehingga saat kita mulai merasa lelah mengejar mimpi kita akan mendapatkan kekuatan untuk terus berjuang, kita akan selalu kembali teringat bahwa ada hal-hal baru yang menanti kita saat mimpi itu berhasil diwujudkan.

Saya selalu kagum sama orang-orang yang nggak hanya menunggu apa yang mereka inginkan. Mereka berani bermimpi besar dan mengejar mimpi itu.

Bermimpilah, buailah diri kita dengan angan, tanamkan harapan pada mimpi kita, tapi jangan lupa berjuang untuk mewujudkannya.

Mari memulai hidup dengan mimpi.

Selasa, 04 Oktober 2011

Get well soon grandma, we love you..

I woke up on Sunday morning, my mom called and told me that my grandmom was hospitalized at Borromeus.
Shocked.

I tied up my room, my self, asked my mom if she wants me to bring or buy something for her. I was worried, I knew that my grandmom has cervix cancer since May 2011 (actually she felt 'it' since a year ago I think, but she ignored it and say everything was OK..). On that day, suddenly I got 'busy', moved very quickly and went to hospital as fast as I can.

My grandmom stayed at Borromeus for 2 days, on Monday, our family decided to move her to RSHS because the doctor who expert in oncology works there. But all the room were filled and no one left. I said to mom, who always take care grandmom all the day to move her to Advent, my dad checked and booked a room in the 5th floor. After that, my aunt drive us to hospital. My grandmom was checked by the doctor in UGD and they got her in to the room. On that day, I didn't attend the plant biotechnology lecture because I helped my mom to preparing my grandmom's document.

Yeah, and my new activities start. I wake up earlier on the weekdays, make tea from soursop leaf for my grandmom's herbal theraphy, buy something to eat, bring some clothes for my mom, etc. I go to hospital at 07.00am, stay for 15 mins, go to my campus to attend the lecture, and after the lecture I come back to Advent again (but if I think that the lecture will be boring, I decided to not attend it).

Just like now, it's 00.30am, October 4th, 2011. All I  can do after pray is sitting on the chair, open, browse with my laptop, on the right, my mom lays on sofa, sleeps well, cause I know she feels very tired. On the left, my grandmom sleeps after received some kind of drugs that makes her sleeps, with any kind of syringe attached on her hand. Ya, my grandmom receives 3 bags of blood, 1 bags of albumin and an 'infus'.

I really wish that she can attends my graduation day next year (amin), I really wish I can make her life happy and more precious, I really wish that I still have enough time to show that her eldest granddaughter can success on making my family happy , I really wish, I really wish that she can gets her best from Allah SWT.

I ask all of you, pray for her please... :)
Thanks for all of your care..

Sincerely yours,
Dyshelly Nurkartika


Jumat, 23 September 2011

Rise and Fall

Sedikit terusik sama sebuah kabar hari ini,
Dan kabar itu bikin aku sadar, kalau ada orang sampe segitunya 'nggak percaya' sama aku..
Mungkin akunya yang salah, karena beberapa kali diminta tolong akunya nggak bisa karena akunya sibuk.
Aku mencoba membayar kelalaian kemarin-kemarin dengan bertekad ambil itu dan kerjain seoptimal mungkin.
Tapi ternyata kenyataannya berbeda...

Sebenernya aku ngerasain ini udah dari lama, dimana dulu beda banget sama sekarang. Dulu, mereka beberapa kali ngandelin aku, minta bantuan aku, dan menurut aku semua kerjaan beres dan baik-baik aja. Dan sekarang aku merasa selalu jadi 'opsi terakhir'.

Dan aku sekarang ngerti, saat ada yang 'terbit', harus ada yang 'tenggelam', dan sekarang aku harus jadi orang yang 'tenggelam' dulu...

Iya, aku bukan siapa-siapa, dan nggak berhak terhadap apa-apa. Aku paham kondisinya seperti apa dan kriteria apa yang sekarang dibutuhkan. Dan aku paham, mungkin bagi mereka aku belum memiliki kriteria yang 'memadai'. Semoga aku cepat ikhlas...

Nggak pengen blak-blakan, karena pasti ada orang yang ngerasa sakit nantinya...

Ada kalanya kita merasa tersisih
Ada kalanya kita merasa terbuang
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk dipercaya
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk diandalkan
Mungkin, kita memang belum cukup meyakinkan
Atau mungkin, mereka memang tidak mau yakin pada kita
Sehingga kita yang sebenarnya ada, dianggap tak ada



Tapi jangan takut, setelah tenggelam akan ada waktunya terbit..




-cuma pengen ngerasa lega, maaf kalo tulisannya mancing emosi-