"Banyaknya waktu luang itu bisa ngelatih kamu lebih bijaksana manfaatin waktu yg kamu punya..."
Kalimat
yang begitu aja meluncur dari pikiran aku saat seseorang bilang "waktu
luang itu membunuh". Aku nggak sepenuhnya setujuuuu sama kamuu, hahaha
:p. Waktu luang itu nggak membunuh, punya waktu luang itu ujian, mau
pake waktu luang itu untuk happy-happy nggak jelas, atau maanfaatin itu
dengan membagi-baginya untuk kegiatan yang harus (atau merasa harus)
kerjakan itu pilihan, sepenuhnya kehendak kita :)
Jadi menurut
aku, semakin banyak waktu luang, tantangan semakin berat, sayang kan
kalau punya banyak waktu kosong tapi dipake main aja? Hehehe. Kalau
waktunya disia-siain, ya beneran membunuh sih. Hehe. Sebenernya punya
waktu luang itu justru tantangan, Allah tuh kayak bilang "Hayo kamu Saya
kasih waktu luang, coba kita liat, waktu yang Saya kasih kamu pake
apaan?"
Malu sama Allah kalau kita punya banyak waktu kosong tapi
cuma dipake hal-hal yang nggak penting, misalnya...main, tidur-tiduran
nggak jelas, hiburan yang berlebihan..hehehe (kadang aku juga suka gini
sih, semoga kedepannya nggak lagi, ado dong ingetin aku, eh, saling
ngingetin maksudnya ;) )
Yuk kita manfaatkan waktu kita sebaik
mungkin, sebermanfaat mungkin, supaya nggak nyesel. Cara manfaatinnya ya
beda-beda, dengan nulis, baca, kerja, belajar, silaturahmi, ibadah,
doa, macem-macem pokoknya. Menurut aku, selama kegiatan itu bawa manfaat
bagi kita, ya waktu kita udah dipergunakan dengan baik.
Waktu luang kita, dipake apa?
ps: adys corat-coret karena di kantor udah nggak ada kerjaan, tinggal nunggu dijemput pulang :D
Mengenai Saya
- What's On My Mind?
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.
Senin, 10 September 2012
Berjalan Cepat
Bahkan kecepatan angin dan cahaya pun masih aku rasa lebih lambat dari bergeraknya waktu...
Dua bulan ini awalnya aku rasa sangat lama, tapi, sekarang, rasanya dua bulan aku lewati hanya satu kedipan...
Skripsi,
seminar, sidang, revisi, tiba-tiba udah lewat aja. Rasa puyeng, capek,
tertekan, khawatir tiba-tiba ilang, dan sekarang aku cuma bisa bilang
"Oh, udah selesai ya? Kok jadi nggak kerasa ya?", selamat ya nona S.Si
baru....
Bukan artinya aku mati rasa, tapi masih nggak percaya aja
kalau sekarang udah nggak jamannya aku lagi untuk kuliah, nge-unit,
nge-himpunan, jalan-jalan sama temen nunggu kuliah, udah nggak jaman deh
pokoknya....
Mulai Senin malah aku bakalan mulai ngantor dan
ngerjain proyek penelitian, bakal jarang ke kampus, jarang ngumpul sama
temen, jarang ketemu sama orang yang akhir-akhir ini sering ketemu,
pokoknya mulai Senin ini, 10 September 2012, aku harus membiasakan diri
karena semuanya akan sangat berbeda...
Harus secepet ini ya, ya Allah? Beneran ini tuh nggak kecepetan?
Aku bukannya nggak bersyukur. Aku bersyukur banget. Keinget salah satu sahabat aku bilang....
"idup
lo kayaknya so smooth! main iya, rajin iya, banyak temen iya, bisa cari
duit segala. kuliah beres, lulus cepet, langsung kerja, bisa cepet
bahagiain ortu........" - ya kurang lebih seperti itu kata-katanya..
Aku suka semuanya yang dikasih Allah ke aku, tapi yang masih kepikiran adalah,God, this is too fast...
Kalau
kata Ibu, mungkin akunya masihshockgitu, jadi akunya belum siap karena
jadi anak masih belum serius, habis lulus maunya main-main dulu sampai
akhir tahun baru menjalankan rencana yang udah dirancang selama ini.
Iya, awalnya aku ingin main, bertualang, pergi ke luar, apa yang
orang-orang bilang menikmati hidup..
"Menikmati hidup itu bukan
berarti kamu membuang waktui kamu untuk yang kamu suka, bukan cuma itu.
Kamu bisa menikmati hidup dengan memaknai hidup kamu. Nah sekarang apa
menurut kamu dengan jalan seperti itu (main, jalan-jalan, etc) kamu bisa
memaknai hidup kamu? atau dengan jalan seperti ini (kerja, asistensi,
belajar lagi, bagi waktu)?"
Aku udah pilih jalan yang kedua, dan
inilah hidupku yang sekarang. Mohon doanya semoga aku fokus, teguh,
konsisten, ulet, dan ilmuku bawa manfaat untuk orang banyak.
Selamat berjuang juga ya teman-teman, kita berjuang bersama!
Minggu, 09 September 2012
Mengejar Surga dengan Caraku..
Ingin menuliskan beberapa impian
yang sebenarnya sangat diharapkan bisa terwujud. Beberapa waktu ini, yang
terlintas dalam pikiran adalah, masuk ke kehidupan yang sebenarnya mau ngapain
sih? Lulus kuliah mau ngapain sih? Hidup ini mau dihabisin dengan apa?
Mengejar surga...
Praktisnya setelah hampir 21 satu
tahun hidup di dunia ini, aku masih punya banyak tugas sebelum usia habis (walaupun
ya, usia kan nggak ada yang tahu). Masih banyak yang pengen aku lakukan ya
Allah, tolong dikasih kesempatan yaaa...
Setelah lulus kuliah ini aku akan
stay di Bandung dulu selama 1-2
tahun. Untuk apa? Untuk belajar, tapi bukan belajar dalam konteks kuliah. Selama
1-2 tahun ini aku akan ngumpulin bekal ilmu yang menurutku akan menunjang
rencanaku kedepannya. Selama 1-2 tahun ini aku mau fokus ke keilmuanku, molecular biology, tropical disease, phatogenesis,
and immunology. Meskipun passion aku
nggak 100% tentang hal ini (someday aku
akan fokus jadi writer, journalist, bahkan
belajar broadcasting dan psikologi insya Allah) aku memutuskan
untuk menekuni dan memberikan cinta di setiap hal yang berhubungan sama
keilmuanku. Aku mau fokus di riset dulu, belajar yang banyak, yang dulu nggak
bisa dilakukan kalau di SITH, riset yang aku jalain ini harus bisa manfaat buat orang banyak. Semoga. Waktu sekitar 12-24 bulan ini selain aku pake
belajar juga akan aku gunakan untuk belajar ngelola uang sendiri, ngelola waktu
secara profesional, stay di
HaloGanesha, ITBMagz, dan Protokol ITB (Ya Allah, aku nggak mau tinggalin
mereka dalam waktu dekat ini) plus cari universitas dan beasiswa yang bisa di’tembak’
untuk kuliah S2. Bismillah..
Rencana setelah 1-2 tahun ke
depan adalah KULIAH LAGI!! Iya, aku mau kuliah lagi, mau belajar lagi. Utamakan
di luar negeri, di eropa. Kenapa? Karena di sana life sciences and technology sangat berkembang pesat. Sekolah dengan
menekuni topik-topik yang sudah aku sebutkan di atas, atau topik-topik yang
memang ingin aku pelajari, ini akan jadi sangat seru. Dan semoga bener-bener
bisa terwujud. Bisa kok Dys, bisa! Yang penting usaha maka Allah akan kasih
jalan. Kalaupun nggak dapet di luar negeri (udah ada sebenernya rencana mau ‘tembak’
univ. apa, tapi ngga seru kalo dibilangin), ya di ITB, ambil Bioteknologi
dengan penelitian mostly biologi molekuler.
Estimasi pendidikan S2 dua tahun. Ganbatte
ne!
Setelah itu lalu apa? Menikah!
Seseorang pernah nanya sama aku, rencana nikah kapan? Aku punya target nikah di
usiaku yang ke 24-26 tahun. Jangan pada ketawa ya, nikah itu penting tau. Ingin
punya tanggung jawab berbakti ngurus suami dan ngurus anak, ingin menyempurnakan
ibadah. Hahaha (apaan, aku tuh masih suka dikatain bocah pasti diketawain orang
kalo ngomongin nikah). Nikah itu tanggung jawabnya besar, jadi harus banyak
persiapan dan banyak belajar. Nikah itu nggak main-main, jadi perlu kematangan.
Dan menurut aku, kematangan diri aku (menurut pengukuranku sendiri) ya di usia
yang udah aku bilang tuh, 24-26 tahun. Tapi kalau kata Ibu, lebih cepat kenapa nggak, toh kalau nunggu kecukupan hata, yang namanya nharta nggak akan pernah cukup buat manusia, kalau nuggu kesiapan, yang namanya kesiapan nggak akan pernah selesai. Nyemnyem...
Kemudian, dalam jangka 10 tahun
ke depannya lagi (anggap usianya udah 35 tahun) kira-kira aku jadi apa ya?
Masih bingung nggak kalau ditanya gitu? Hehe. Secara semi random, di usia 35 aku ingin mapan, bahagiain orang tua,
berangkatin haji, bahagiain keluarga, sekolahin Candra, ingin punya perpustakaan pribadi, dan bangun
perpustakaan buat umum yang bisa dipake anak-anak kecil main sekaligus belajar,
punya keluarga dengan satu suami super plus anak laki-laki dan perempuan, punya anak asuh di panti
asuhan di Bandung yang sekolahnya aku biayain sampai SMA, bahkan sampai kuliah,
bisnis butik (Ya Allah, dari dulu aku pengen punya butik), bisnis catering untuk
anak berkebutuhan khusus (Orang mungkin pikir ini random, tapi aku lihat ini bukan dari sisi keuangannya, tapi
amalannya, membantu keluarga yang punya ABK supaya gizi mereka terpenuhi,
karena menu ABK kan nggak sembarangan), punya karir yang menunjang dan manfaat,
syukur-syukur bisa sekolah lagi sampai dapet gelar doktor.
Muluk-muluk ya mimpinya? Nggak,
ini bisa diraih kok, asal ada kemauan, kesempatan, dan keberuntungan. Semuanya
saling berhubungan. Semoga impiannya tercapai ya Dyshell, jangan lupa usaha dan
doa yang giat. Jangan takut untuk nyoba, jangan capek usaha, jangan anggap
sesuatu “Nggak mungkin”, jangan haus materi dan terbuai duniawi, yang penting
amal shaleh kamu banyak, hidup kamu manfaat. Sekali lagi, tujuannya bukan tujuan duniawi, luruskan
niat, inget, tujuan kita.. Surga #senyumlebar
Best Moments
Setelah sekian lama nggak nulis
lagi, sekarang baru deh ada waktu untuk nulis. Kemarin-kemarin terlalu sibuk
sama yang namanya skripsi, seminar, sidang, revisi skripsi. Ulala~
Hmmmm...nulis apa ya? Sebenernya
kadang tiba-tiba aja gitu ad aide yang terlintas di pikiran untuk dituangkan ke
dalam tulisan. Tapi waktu luangnya nggak ada. Hiks..
Mungkin dimulai dari
kejadian-kejadian penting dan krusial (naoon...) aja ya. Best moments selama
bulan Agustus – awal September. Sekedar untuk jadi pengingat dan penyemangat
untuk pencapaian-pencapaian selanjutnya. Hehe.
10 Agustus 2012 – Seminar Tugas Akhir
Rasanya? Deg-dengan banget ya
Allah. Setelah akhir bulan Juli nyerahin skripsi, Bu Erna langsung tembak
jadwal tanggal 10 Agustus untuk seminar. Ini terlalu cepat! Bahkan temen-temen
seangkatan lainnya aja baru seminar 30 Agustus (beda 3 minggu). Tapia pa mau
dikata kan Bu Erna sama Bu Marsel mau berangkat post doc ke US dan baru pulang tahun depan. Kalau semua nggak
diberesin sekarang, kapan lagi? Akhirnya aku sama Resti (anak bimbing Bu
Marsel) ditentukan untuk seminar dan sidang duluan.
Ternyata ngurus seminar agak
ribet yah, mungkin karena aku dan Resti paling awal dan diluar jadwal. Tapi
untung Pak Nana yang ngurus jadwal baik, beliau mau lho mindahin tempat seminar
ke Lab. Instruksional gara-gara R.Que (yang asalnya tempat kita seminar)
terlalu sempit dan kitanya takut seminar disitu, macem disidang aja. Hehe..
Seminarnya lancar Alhamdulillah,
meskipun sempet deg-degan dan khawatir takut nggak bisa. Pengujinya Pak Indra
sama Bu Mae, dan aku sempet blank gitu
ada pertanyaan yang ngga bisa jawab (tapi akhirnya bisa soalnya akhirnya inget
jawaban itu tuh apa, haha). Akhirnya selesai! Hore, udah setengah sarjana.
Seneng juga temen-temen seangkatan banyak yang dateng untuk dukung meskipun
Gita si sobat unyu-unyu tercinta nggak dateng karena KP dan Ichang si pacar
Panda pulang ke Padang. Ada Via yang
selalu temenin dari TA sampai kasih semangat terus-terusan, ada Choppiz si
teman perjuangan Oktober yang kalau kenapa-kenapa / galau TA pasti cerita2.
Apalagi terus dateng Mpi, Nana, Dimas (yang bawa macaroon 5 biji), Aga, sama Wasil. Aku kaget banget Wasil dateng,
soalnya dia malemnya bilang nggak akan dateng karena ada urusan yang mesti
diberesin, eh taunya bela-belain dateng. Hehe, aku bersyukur banget. Makasih
yaaaa.....
Setelah seminar, persiapan buat
sidang. Serem soalnya sidangnya kan kompre. Tapi kata Ibu, aku harus berani
terus fokus dan belajar yang bener supaya pas sidang lancar. Bismillah!
28 Agustus 2012 – Sidang Sarjana
10 hari setelah lebaran, hari
kedua masuk semester baru. Asli rasanya masih libur lebaran lah. Tapi show must goes on kan ya. Tanggal 28
Agustus 2012, jam 15.25 aku masuk ruangan sidang dengan penguji Bu Erna, Bu Rizkita, dan Bu Marsel. Fyi, hal yang aku
khawatirkan terjadi lah, diuji sama Bu Marsel, dari tingkat 2 aku tuh takut
banget diuji sama beliau, soalnya orangnya super pinter, terus aku pernah dapet
nilai jelek di kuliahnya, BC, ‘prestisius’ sekali. Heu..
Tegangnya banget, banget banget.
Lancar meski sempet blank (lagi-lagi)
soalnya mepet banget, persiapan aku kurang. Tapi Alhamdulillah pertanyaan
dijawab dengan lancar, pertanyaan komprenya sangat diluar dugaan sodara-sodara.
Aku ditanya mekanisme mutasi, struktur alveoli dan..kulit. Setiap jawab ditanya
lagi, lagi, lagi, teruuus..sampai mentok. Eww.. –“
Keluar ruangan, aku shalat ashar
terus masuk lagi ke ruangan pas dipanggil, setelah itu Bu Marsel kasih tau aku
lulus dengan nilai AB. Alhamdulillah ya Allah, sesuai target dan ekspektasi.
Begitu para penguji keluar aku diem di
ruang sidang. Bengong gitu lah, haha. Hah, init eh udah selesai nih yakin? Aku
udah S.Si. dong berarti? HAH? Aku pengangguran dong berarti sampe wisuda?
Hahaha. Setelah itu sobat-sobat aku masuk ke ruangan, peluk satu-satu. Ada Dewi
lah, seneng banget, ada Via, Gina. Aaa....
Aku keluar ruang sidang jam
setengah 6, terus dibawa Via ke Lab.Instruk, dan ada Gita, Choppiz, Ichang
doooong!!! Seneeeng. Terus ada Ilam jugaaa, iya, Ilam yang anak penerbangan.
Aku dikasi macem-macem makanan (pada tau aku tukang makan –“), terus kaluang
apalah nggak tau yang bikin aku jadi kayak peri hutan. Absurd ih. Haha. Terus
dateng Dimas dong! Iyaaaa, Dimas yang ituuuu, yang anak penerbangan itu. Haha,
dia bawain frozen brownies dari Surabaya. Seneng sobat-sobat aku dateng semua. Tapi
Om io, Aga, terus Wasil nggak ada sih. Heu. Sedih. Tapi ya, aku ngerti lah
mereka kenapa nggak bisa dateng.
Belum lagi Ibu langsung sms,
terus telepon, nanyain hasil sidang gimana. Ibu kayaknya deg-degan di rumah.
Haha. Setelah tau hasilnya Ibu seneng Alhamdulillah. Minimal aku udah
selesaikan tanggung jawab kuliahku sama orang tua #nyengirlebar
5 September 2012 – Teken Kontrak UPK Unpad-RSHS
Dua hari setelah lulus sidang
sarjana, aku dapet panggilan interview sama dr.Bachti Alisjahbana di UPK FK
Unpad-RSHS untuk ngisi research assistant
di sana. Rasanya? Seneng! Karena ini sesuai banget sama rencana aku
menjalani hidup setelah kuliah. Interviewnya dari janjian jam 1 baru dipanggil
jam 3.30 dong. Jedeeer! Gara-gara dr.Bachti-nya sibuk. Pas interview rasanya
nggak deg-degan sih santai aja. Tapi pas ditanya mau gaji berapa sama ditanya
bisa WB, SB, ELISA, RT-PCR etc aku rada bengong juga. Ya soalnya emang di SITH
aku belajar semua teori itu tapi enggak untuk praktiknya karena emang bukan
kompetensinya S1. Jarang banget lah S1 ngerjain kayak gitu. Gahul brow!
Tanggal 5 September 2010, aku
dipanggil lagi ke tempat yang sama. Alhamdulillah diterima dengan kontrak awal
percobaan 3 bulan. Jadi selama 3 bulan ke depan aku harus tunjukkan kompetensi
terbaik aku dan membuktikan aku punya kapabilitas yang oke untuk ngerjain
proyek penelitian ini. Oiya, di kerjaan aku sekarang, aku pengan lab. molekuler
TB jadi bakal banyak main sama bakteri Mtb,
DNA, RT PCR, Spoligotyping dll pokoknya. Di lab ada analisnya tapi ya aku juga
harus turun langsung, ngga bisa ngandelin analis doang. Jam kerja Senin-Jumat
09.00-17.00, tapi aku dikasih waktu luang untuk ngurus segala kerjaan yang aku
tinggalin di kampus. Kurang baik apalagi coba?
Excited banget nunggu hari Senin, hari pertama masuk kantor. Oiya,
kantor aku di R.TBWG lantai 5 di gedungnya FK Unpad yang di Jl.Eyckman, di
depan RSHS. Enak tempatnya, mejanya deket jendela. Haha! Kayak apa ya rasanya
kerja? Meski udah biasa part-time as a
journalist, writer, and protocol tetep aja rasanya kerja kali ini aku yakin
beda. Yeah!
Memang rasanya terlalu cepet ya,
soalnya bahkan temen-temen aku baru mau sidang rabu depan. dan bahkan syarat
wisuda aku belum aku urus. Tapi memulai sesuatu yang baik itu nggak harus
nunggu waktu sesuai yang diinginkan kan? Kalau Allah berkehendak, ya jadilah.
Gitu pokoknya. Aku memang bakal lebih cepet ‘ninggalin’ kampus, rutinitas
kampus, temen-temen, nggak punya banyak free
time, tapi aku percaya tanggung jawab aku yang baru ini bakal membawa aku being a better person. Jadi pengorbanan
yang aku lakukan sekarang tak lain dan tak bukan demi kebaikan aku kedepannya.
Ini namanya pilihan hidup yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Semoga Allah melancarkan segala niat baik aku ya. Bismillah!
Rabu, 15 Agustus 2012
Dia
Terharu..
Baru kali ini aku liat ada orang yg 'segitunya' buat aku..
Sampai 'segitunya' lho, baru dia aja, belum pernah ada yang lain..
Aku seneng..
Baru kali ini aku ketemu orang,
Yang sesabar itu..
Yang sebaik itu..
Yang sepengertian itu..
Sampai aku nggak mikirin lagi kurangnya dia apa, sifat buruk dia apa, semuanya aku terima...
Aku terharu,
Dia udah kasih banyak hal buat aku, buat hidup aku,
Dia membuat aku sadar..
Masih ada loh orang sebaik itu di dunia, ya dia..
Buatku, dia sangat berharga ya Allah, lebih dari ucapan selamat yg diberikan orang-orang, lebih dari hadiah-hadiah dari mereka yang aku dapatkan...
Dan sampai sekarang aku makin sedih kalau aku inget,
Aku belum bisa kasih apa-apa
Belum bisa janjiin apa-apa
Belum bisa jadi yang terbaik
Padahal aku ingin banget, ingin banget ya Allah...
Mungkin suatu hari nanti kalau Kau izinkan
Bisakah? Mampukah? Kuatkah?
Jaga dia ya Allah, jaga dia..
Jaga aku juga ya Allah, jaga aku..
Selasa, 14 Agustus 2012
Untuk kamu yang...
Untuk kamu yang cukup lama tak ada kabar....
Apa kabar? Semoga kamu selalu sehat. Meskipun baru 4 hari ini aku nggak tahu kabarmu, kegiatanmu, tanpa komunikasi denganmu, entah kenapa rasanya seperti lama sekali. Aku menunggu lama sekali...
Apa aja yang terjadi selama 4 hari ini? Menyenangkan? Aku harap menyenangkan. Aku harap kamu selalu menikmati hari-harimu. Menjalani aktivitasmu dengan lancar, meskipun kadang ada aja yang menyulitkan atau membuat stress tapi aku tahu kamu pasti selalu bisa mengatasinya.
Sedikit tentang aku, selama 4 hari ini banyak yang aku lalui. Setelah seminar minggu kemarin, ibu Erna kasih beberapa revisi yang harus langsung aku beresin senin kemarin, setelah itu aku sama Resti dikabarin TU kalau harus ngumpulin syarat sidang hari ini, cuma jarak satu hari nyiapinnya. Mana syaratnya banyak, ada ringkasan skripsi segala pake format jurnal. Untungnya hari ini semuanya udah selesai. Oiya, hari senin aku jatuh dari tangga, hehe..pecicilan banget ya, gara2nya aku pusing terus meleng, alhasil aku dihadiahi memar di kaki, bahu, dan punggung sama Allah. Waktu jatuh itu sebenernya aku pengen banget hubungin kamu. Ah, tapi nanti malah jadi cengeng. Syukurlah, setelah dibawa ke RS.Halmahera, dokter bilang nggak apa-apa karena cuma memar. Sekarang alhamdulillah udah baik, meskipun beerapa bagian tubuh aku ungu. Hahaha..
Untuk kamu yang cukup lama tak ada kabar....
Pernah nggak sedetik aja keinget sama aku? Aku cuma nanya sih, nggak juga nggak apa-apa. Aku maklum. Kmu harus tahu, meskipun baru 4 hari ini aku nggak tahu kabarmu, kegiatanmu, tanpa komunikasi denganmu, nggak tahu kenapa aku kepikiran terus. Kepikiraaan terus. Padahal aku tahu nggak seharusnya aku mikirin sampe segitunya. Aku udah coba ngalihin ke kegiatan yang lain, ngerjain ringkasan skripsi misalnya, atau ngobrol sama Choppiz, kadang berhasil, tapi ya tetep aja ujung-ujungnya kepikiran meski cuma sekilat. Kalau udah gitu, aku keinget kata ibu untuk ngaji atau baca buku aja, hasilnya lumayan ampuh lho...
Aku kangen. Tapi nggak boleh. Tapi kangen. Tapi tetep aja nggak boleh. Aku takut ada perasaan lebih yang nantinya malah jadi bahaya. Seperti yang pernah kamu bilang. Aku juga takut nggak bisa ngasih apa-apa, karena memang aku belum bisa kasih apa-apa.
Terus aku harus gimana? Aku bingung.
Ibu bilang, kalau kita kangen sama orang, sampaikan rasa itu diam-diam lewat doa. Eh, tapi kalau aku bilang di sini jadi nggak diam-diam ya? Hehehe.
Ah tapi yang jelas, aku selalu doain kamu. Aku memang nggak bisa kasih apa-apa untuk sekarang. Tapi nanti, kalau Allah kasih aku kesempatan pasti aku akan lakukan. Sekarang aku cuma bisa berdoa dan terus memperbaiki diri aku, memantaskan diri aku untuk yang terbaik, dan bisa jadi yang terbaik itu kamu. Wallahuallam bishawab...
Untuk kamu yang cukup lama tak ada kabar....
Aku cuma bisa berdoa semoga Allah selalu kasih kamu yang terbaik.. :)
Apa kabar? Semoga kamu selalu sehat. Meskipun baru 4 hari ini aku nggak tahu kabarmu, kegiatanmu, tanpa komunikasi denganmu, entah kenapa rasanya seperti lama sekali. Aku menunggu lama sekali...
Apa aja yang terjadi selama 4 hari ini? Menyenangkan? Aku harap menyenangkan. Aku harap kamu selalu menikmati hari-harimu. Menjalani aktivitasmu dengan lancar, meskipun kadang ada aja yang menyulitkan atau membuat stress tapi aku tahu kamu pasti selalu bisa mengatasinya.
Sedikit tentang aku, selama 4 hari ini banyak yang aku lalui. Setelah seminar minggu kemarin, ibu Erna kasih beberapa revisi yang harus langsung aku beresin senin kemarin, setelah itu aku sama Resti dikabarin TU kalau harus ngumpulin syarat sidang hari ini, cuma jarak satu hari nyiapinnya. Mana syaratnya banyak, ada ringkasan skripsi segala pake format jurnal. Untungnya hari ini semuanya udah selesai. Oiya, hari senin aku jatuh dari tangga, hehe..pecicilan banget ya, gara2nya aku pusing terus meleng, alhasil aku dihadiahi memar di kaki, bahu, dan punggung sama Allah. Waktu jatuh itu sebenernya aku pengen banget hubungin kamu. Ah, tapi nanti malah jadi cengeng. Syukurlah, setelah dibawa ke RS.Halmahera, dokter bilang nggak apa-apa karena cuma memar. Sekarang alhamdulillah udah baik, meskipun beerapa bagian tubuh aku ungu. Hahaha..
Untuk kamu yang cukup lama tak ada kabar....
Pernah nggak sedetik aja keinget sama aku? Aku cuma nanya sih, nggak juga nggak apa-apa. Aku maklum. Kmu harus tahu, meskipun baru 4 hari ini aku nggak tahu kabarmu, kegiatanmu, tanpa komunikasi denganmu, nggak tahu kenapa aku kepikiran terus. Kepikiraaan terus. Padahal aku tahu nggak seharusnya aku mikirin sampe segitunya. Aku udah coba ngalihin ke kegiatan yang lain, ngerjain ringkasan skripsi misalnya, atau ngobrol sama Choppiz, kadang berhasil, tapi ya tetep aja ujung-ujungnya kepikiran meski cuma sekilat. Kalau udah gitu, aku keinget kata ibu untuk ngaji atau baca buku aja, hasilnya lumayan ampuh lho...
Aku kangen. Tapi nggak boleh. Tapi kangen. Tapi tetep aja nggak boleh. Aku takut ada perasaan lebih yang nantinya malah jadi bahaya. Seperti yang pernah kamu bilang. Aku juga takut nggak bisa ngasih apa-apa, karena memang aku belum bisa kasih apa-apa.
Terus aku harus gimana? Aku bingung.
Ibu bilang, kalau kita kangen sama orang, sampaikan rasa itu diam-diam lewat doa. Eh, tapi kalau aku bilang di sini jadi nggak diam-diam ya? Hehehe.
Ah tapi yang jelas, aku selalu doain kamu. Aku memang nggak bisa kasih apa-apa untuk sekarang. Tapi nanti, kalau Allah kasih aku kesempatan pasti aku akan lakukan. Sekarang aku cuma bisa berdoa dan terus memperbaiki diri aku, memantaskan diri aku untuk yang terbaik, dan bisa jadi yang terbaik itu kamu. Wallahuallam bishawab...
Untuk kamu yang cukup lama tak ada kabar....
Aku cuma bisa berdoa semoga Allah selalu kasih kamu yang terbaik.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)