Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Saya suka melakukan hal-hal yang menurut saya menarik dan orang-orang sulit melakukannya :) Saya suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini dan mendengarkan cerita teman-teman tentang betapa rumitnya hidup :P Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi :* Sangat susah bagi saya untuk memilih, meskipun saya sudah menentukan prioritas. Seorang sanguinis- koleris yang perfeksionis namun berusaha untuk tidak terlalu idealis. Haha.

Jumat, 09 Desember 2011

See You Next Time Eyang Mama, We Love You :)


Sebenernya aku udah lama ingin nulis tentang eyang mama di blog-ku. Tapi karena kemarin-kemarin bener-bener nggak ada waktu uuntuk nge-blog bahkan untuk buka tumbrl sekalipun aku nggak sempet nge-post apa-apa. Untungnya hari ini setelah UAS beres, aku sempet nulis sesuatu. Something about my lovely grandma…

Sejak Mei 2011, eyang mama didiagnosis kanker serviks stadium akhir. Eyang mama emang udah sakit lama sebelum hari itu, tapi setiap diperiksa ke dokter nggak ada indikasi apa-apa. Setelah dibawa ke dokter spesialis onkologi barulah keluarga besar kami tahu kalau sakit eyang udah cukup parah.

Segala macem cara dilakuin keluarga besar untuk bikin eyang mama sembuh, mulai dari berobar ke dokter sampai herbalist. Mulai dari suplai obat-obatan sampai membujuk eyang mama untuk minum teh daun sirsak dan sarang semut tiap hari. Tapi nggak termasuk kemoterapi lho ya, karena dokter bilang, badan eyang terlalu lemah dan malah mungkin nggak akan kuat sama obatnya.

Aku masih inget, 31 Agustus 2011, keluarga besar semua kumpul di Cimahi untuk lebaran bareng. Saat itu eyang mama masih bisa bangun, ngobrol panjang, meski nggak segesit dulu. Bahkan di tanggal 2 September kami sekeluarga besar pergi ke kampung halaman eyang mama untuk menghadiri nikahan keponakannya beliau. Di acara itu, aku sempet jadi fotografer dadakan motretin sodara-sodara termasuk motretin ibu dan tante aku bareng eyang mama. Setelah foto eyang mama selalu minta liat hasil fotonya, “eyang kelihatan sekali sakitnya ya mbak dys?” kata beliau. Well, setelah sakit eyang mama emang kehilangan banyak berat badan. Tapi aku cuma senyum dan bilang, “tapi eyang kelihatan lebih seger kok yang dengan baju yang eyang pakai..”. Baju gamis kuning pupus itu hasil pilihan ibu dan aku waktu belanja di minggu kemarinnya…

Rabu, 31 Agustus 2011, waktu sungkeman lebaran eyang mama ngedoain aku untuk cepet lulus, dapet jodoh yang baik, dan bahagiain orang tua sama keluarga besar. Eyang mama juga minta doaku supaya bisa liat aku wisuda. Aku bahagia banget sekaligus terharu. Dan waktu itu aku sama sekali nggak ada pikiran kalau hari itu adalah lebaran terakhir bareng eyang mama…

Hari ini, 10 Desember 2011, genap sebulan eyang mama meninggal dunia.

Setelah bolak balik rumah sakit Borromeus, Advent, dan RSHS dimana selama itu beliau selalu ditemenin ibu aku , keluarga besar, dan aku yang juga bolak balik rumah sakit-kampus. Kadang aku suka senyum-senyum sendiri kalau aku lagi nengok eyang mama terus pamit kuliah, beliau selalu bilang “mbak dys, nanti balik lagi yaa…” atau suka minta dibeliin makanan yang enak-enak. Ujung-ujungnya aku yang disuruh makan, soalnya eyang mama harus makan makana rumah sakit.

Setelah perjalanan panjang beliau berjuang ngelawan penyakit kanker serviks yang menggeroti tubuhnya. Penyakit eyang mama udah sistemik dan nyerang fungsi organ. Di hari-hari terakhir, beliau nggak sadarkan diri dan dirawat di ruang HCU plus bergantung sama alat-alat yang ada disana. Dua hari setelah masuk HCU, tubuh eyang udah menolak obat dan alat-alat udah nggak bisa berefek apa-apa lagi. Alat-alat pun akhirnya dicabut..

Jumat, 11 November 2011, tepat pukul 00.00 sebelum pergantian hari, eyang mama menginggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun…

Jam 3 pagi aku sampai di Cimahi, eyang mama udah terbujur kaku berbalut kain kafan, bersiap menghadap Allah seperti yang eyang pernah ceritakan. Aku, sama kayak anggota keluarga lainnya, sedih banget. Tapi ibu selalu bilang kalo kita harus ikhlas. Kita selalu minta Allah kasih yang terbaik buat eyang, dan mungkin Allah menentukan inilah yang terbaik..

Jam 8 pagi eyang dishalatkan di masjid yang dulu sering kita datengin bareng-bareng untuk pengajian, shalat maghrib, isya, shalat tarawih. Eyang dulu pesen kalau wafat minta dilepas dari masjid ini..

Jam 11 siang eyang sampai di tempat yang selalu eyang bilang sebagai tempat eyang nunggu kita untuk sama-sama masuk surga..

I’ll remember those moments, eyang…

Aku juga akan selalu inget eyang sampai kapanpun. Eyang yang selalu ngingetin aku untuk ibadah, yang selalu nemenin aku belajar dan yang selalu nemenin aku tidur setiap jam 4 pagi sampai aku bangun waktu aku masih di bangku SD dan tinggal sama eyang…

Eyang yang selalu nasehatin aku supaya kuliah yang bener, yang selalu ngingetin aku untuk bantuin ibu, yang selalu bilang kalau eyang suka banget aku sama ratih pake jilbab..

See you next time eyang mama, we love you J

Minggu, 09 Oktober 2011

Memulai Hidup dengan Mimpi



Mimpi bukanlah suatu kata yang asing bagi kita. Mimpi dapat diartikan sebagai harapan atau sesuatu yang ingin kita capai. Mimpi adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika kita renungkan kembali, apa yang kita nikmati saat ini seperti kemajuan di bidang teknologi, kemudahan dalam mengakses informasi, dan segala hal yang memberikan kita manfaat semuanya diawali dari mimpi. Semua orang berhak bermimpi dan dapat memulai mimpi itu dari mana saja. Semua orang berhak memperjuangkan mimpi mereka karena mimpi bukanlah suatu hal yang mustahil.

“Gila, mimpi apa saya semalam?”

Kalimat diatas pasti pernah keluar dari bibir teman-teman minimal sekali seumur hidup. Ya, kalimat itu juga pernah terlontar dari mulut saya. Mau tahu kapan?

Salah satunya adalah ketikasaya diterima di ITB.

Sebenarnya, menjadi mahasiswi ITB bukan sekedar mimpi saya selama satu malam, melainkan mimpi selama bertahun-tahun. Nggak tahu kenapa, rasanya seneng banget kalau berhasil jadi mahasiswi ITB. It’s a dream came true! Ya, meski menjadi mahasiswi ITB itu hanya satu bagian kecil dari tujuan hidup saya, tetap saja saya memulainya hanya dengan mimpi.

Orang bilang masuk ITB susah, saingannya banyak. Awalnya saya sempat patah semangat gara-gara nyadar kalau saya nggak pinter-pinter amat, masih banyak orang di luar sana yang kemampuannya jauh diatas saya. Tapi ada lagu yang bikin saya bangun lalu terdorong untuk mewujudkan mimpi itu. Lagunya Celine Dion, judulnya “The Power of The Dream”.

“Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination”

Atau bagian refrain-nya..

“Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here”

Intinya lagu itu bercerita bahwa di dunia ini nggak ada hal yang mustahil terwujud selama kita percaya kekuatan mimpi dan keyakinan untuk terus mengejarnya, kita pasti bisa!

Jadi inget, sekitar dua tahun lalu saya sedang duduk di sebuah angkot tujuan Kalapa-Dago, kebetulan penumpangnya cuma saya. Supir angkotnya adalah seorang bapak paruh baya yang berwajah ramah. Tidak lama, obrolan kami pun mengalir.

“Kuliah Neng?” tanya pak supir, saya menjawab dengan anggukan. Beliau dapatlangsung bisamenebak tempat saya kuliah dari jas almamater yang saya pakai, saat itu saya pulang dari acara kemahasiswaan terpusat di kampus.

Dari beliau saya tahu, ternyata ketigaputra beliau kuliah di ITB. Dua anaknya sudah lulus, satu dari Teknik Elektro, satunya dari Teknik Metalurgi. Sekarang anak bungsunya sedang mennyusun tugas akhir di jurusan Teknik Lingkungan. Saya hanya dapat bergumam “Wow banget!”.

“Waktu Bapak bilang sama orang-orang kalau anak-anak Bapak pengen sekolah di ITB, mereka bilang nggak mungkin. Katanya ITB susah, tempat orang-orang kaya, anak-anak Bapaknggak akan cocok kuliah di sana. Tapi ngeliat ketekunan anak-anak, Bapak malah jadi semangat, Bapak pengen mereka lebih baik dari Bapak, bisa mandiri dan cari uang sendiri.”

“Akhirnya Bapak ikutin mimpi mereka, pas SNMPTN mereka keterima, alhamdulillah sekali. Neng. Lebih alhamdulillah lagi kebetulan Bapak ada rejeki, tahun-tahun awal Bapak biayain, kebelakangnya anak-anak semuanya dapet beasiswa, padahal nggak pinter banget, Neng. Alhamdulillah Allah ngasih kesempatan aja.”

Cerita pun berlanjut, buat saya ceritanya inspiratif banget, saya kagum sama bapaknya. Beliau nggak peduli sama omongan orang-orang yang bilang anaknya nggak pantes masuk ITB dan beliau tetap berjuang. Alasannya sederhana, beliau punya mimpi kelak anak-anaknya bernasib lebih baik dari beliau. Melihat beliau, saya jadi ingin terus belajar. Belajar bermimpi dan berani mewujudkannya.
Wow, the power of dreams!

Ada wejangan dari dosen pembimbing tugas akhir saya saat kami ngobrol dan saya cerita tentang mimpi-mimpi saya. “Jangan lupa untuk selalu menyisipkan aroma positif di setiap mimpimu, itu bakal bikin kita berpikir kembali tentang mimpi-mimpi kita, bikin kita semakin semangat meraihnya”. Aroma positif dapat berarti segala sesuatu yang membuat kita bersemangat dan berpikiran optimis. Apa yang kita impikan sebaiknya memiliki tujuan yang baik serta target yang jelas sehingga saat kita mulai merasa lelah mengejar mimpi kita akan mendapatkan kekuatan untuk terus berjuang, kita akan selalu kembali teringat bahwa ada hal-hal baru yang menanti kita saat mimpi itu berhasil diwujudkan.

Saya selalu kagum sama orang-orang yang nggak hanya menunggu apa yang mereka inginkan. Mereka berani bermimpi besar dan mengejar mimpi itu.

Bermimpilah, buailah diri kita dengan angan, tanamkan harapan pada mimpi kita, tapi jangan lupa berjuang untuk mewujudkannya.

Mari memulai hidup dengan mimpi.

Selasa, 04 Oktober 2011

Get well soon grandma, we love you..

I woke up on Sunday morning, my mom called and told me that my grandmom was hospitalized at Borromeus.
Shocked.

I tied up my room, my self, asked my mom if she wants me to bring or buy something for her. I was worried, I knew that my grandmom has cervix cancer since May 2011 (actually she felt 'it' since a year ago I think, but she ignored it and say everything was OK..). On that day, suddenly I got 'busy', moved very quickly and went to hospital as fast as I can.

My grandmom stayed at Borromeus for 2 days, on Monday, our family decided to move her to RSHS because the doctor who expert in oncology works there. But all the room were filled and no one left. I said to mom, who always take care grandmom all the day to move her to Advent, my dad checked and booked a room in the 5th floor. After that, my aunt drive us to hospital. My grandmom was checked by the doctor in UGD and they got her in to the room. On that day, I didn't attend the plant biotechnology lecture because I helped my mom to preparing my grandmom's document.

Yeah, and my new activities start. I wake up earlier on the weekdays, make tea from soursop leaf for my grandmom's herbal theraphy, buy something to eat, bring some clothes for my mom, etc. I go to hospital at 07.00am, stay for 15 mins, go to my campus to attend the lecture, and after the lecture I come back to Advent again (but if I think that the lecture will be boring, I decided to not attend it).

Just like now, it's 00.30am, October 4th, 2011. All I  can do after pray is sitting on the chair, open, browse with my laptop, on the right, my mom lays on sofa, sleeps well, cause I know she feels very tired. On the left, my grandmom sleeps after received some kind of drugs that makes her sleeps, with any kind of syringe attached on her hand. Ya, my grandmom receives 3 bags of blood, 1 bags of albumin and an 'infus'.

I really wish that she can attends my graduation day next year (amin), I really wish I can make her life happy and more precious, I really wish that I still have enough time to show that her eldest granddaughter can success on making my family happy , I really wish, I really wish that she can gets her best from Allah SWT.

I ask all of you, pray for her please... :)
Thanks for all of your care..

Sincerely yours,
Dyshelly Nurkartika


Jumat, 23 September 2011

Rise and Fall

Sedikit terusik sama sebuah kabar hari ini,
Dan kabar itu bikin aku sadar, kalau ada orang sampe segitunya 'nggak percaya' sama aku..
Mungkin akunya yang salah, karena beberapa kali diminta tolong akunya nggak bisa karena akunya sibuk.
Aku mencoba membayar kelalaian kemarin-kemarin dengan bertekad ambil itu dan kerjain seoptimal mungkin.
Tapi ternyata kenyataannya berbeda...

Sebenernya aku ngerasain ini udah dari lama, dimana dulu beda banget sama sekarang. Dulu, mereka beberapa kali ngandelin aku, minta bantuan aku, dan menurut aku semua kerjaan beres dan baik-baik aja. Dan sekarang aku merasa selalu jadi 'opsi terakhir'.

Dan aku sekarang ngerti, saat ada yang 'terbit', harus ada yang 'tenggelam', dan sekarang aku harus jadi orang yang 'tenggelam' dulu...

Iya, aku bukan siapa-siapa, dan nggak berhak terhadap apa-apa. Aku paham kondisinya seperti apa dan kriteria apa yang sekarang dibutuhkan. Dan aku paham, mungkin bagi mereka aku belum memiliki kriteria yang 'memadai'. Semoga aku cepat ikhlas...

Nggak pengen blak-blakan, karena pasti ada orang yang ngerasa sakit nantinya...

Ada kalanya kita merasa tersisih
Ada kalanya kita merasa terbuang
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk dipercaya
Ada waktu dimana kita bukan orang yang tepat untuk diandalkan
Mungkin, kita memang belum cukup meyakinkan
Atau mungkin, mereka memang tidak mau yakin pada kita
Sehingga kita yang sebenarnya ada, dianggap tak ada



Tapi jangan takut, setelah tenggelam akan ada waktunya terbit..




-cuma pengen ngerasa lega, maaf kalo tulisannya mancing emosi-

Jumat, 12 Agustus 2011

Bergen, Norway

Salah seorang temen aku, Henrik Lien, adalah bule asal Norway. Meski tinggal beda benua dan super jauh, kami sahabatan gara-gara sama-sama suka jalan-jalan, makan, dan suka nonton film. Hahaha. Henrik tinggal di Bergen, salah satu kota terbesar se-Norway dan dikenal sebagai 'kota hujan' Norway. Kalo di Indonesia bisa dibilang Bogor lah ya...

Sama seperti halnya pertemanan beda negara, kami sering bagi-bagi info tentang negara masing-masing. Mendengar cerita-ceritaku, Henrik jadi pengen ke Indo, haha. Soalnya katanya dia pengen nyobain snorkeling di Karimun Jawa, Bali, sama Raja Ampat, mengingat di negaranya nggak bisa snorkeling apalagi diving soalnya super dingin (-4 degree saat winter, dan 10-14 degree saat summer).

Dan gara-gara cerita dia, aku jadi pengen ke Norway dan mengunjungi kota Bergen. Soalnya banyak banget hal-hal menarik yang ditawarkan Bergen untuk memanjakan diri mulai dari hiburan, makanan, sampai pendidikan. Yah, Someday, mudah-mudahan terkabul suatu saat nanti. Amiin.






Tau Arboretum kan? Hutan buatan tempat pelestarian tanaman khas atau langka. Di Bergen ada arboretum "Arboretet Bergen på Milde" dengan koleksi tanaman Rhododendron terbanyak. Dan tempatnya jadi makin keren banget pas rhododendronnya berbunga, sekitar Mei-Juni-Juli. Terus kata Henrik, masuknya gratis. Haha.


Bergen di'selimuti' tujuh gunung, diantaranya Fløyen, "Fløyen og Fløybanen" merupakan best view di Bergen. Dengan naik funicular, kita dibawa ke puncak dan langsung ngeliat pemandangan oke kota Bergen plus danau yang mengelilinginya sambil menikmati makanan di restoran sana. Mungkin kalo di Bandung semacam area 'The View' gitu ya..



Di Bryggen (sebuah nama tepi pantai terkenal di kota Bergen) terdapat barisan paralel bangunan yang dulunya jadi pusat perdagangan internasional. Bangunan-bangunan antik gitu, dibangun saat pertengahan Hanseatic. Bangunan-bangunan ini arsitekturnya tradisional dan katanya khas Norway banget. Kalo di Bandung, boleh disamain sama Braga kali ya? Hehe..Kerennya adalah, bangunan-bangunan ini didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO'79 *makin pengen kesana*


Vorigngfossen hike! Dari dulu aku suka hiking, haha. Bergen punya air terjun keren bernama Voringfossen dengan tinggi 182m yang kaki air terjunnya hanya bisa dicapai dengan hiking. 

Dan masih banyak lagi. Forhåpentligvis kan jeg komme til Bergen :)

http://www.panoramio.com/photo/2473853 , http://www.bergen-guide.com , http://www.youtube.com/watch?NR=1&v=ow-dmDgj9L0

You Write What's On Your Mind

Diantara sekian jumlah tulisan yang pernah aku buat, baru sadar kalo isinya campur-campur banget.
Mulai dari yang isinya emang menarik dibaca, sampai tulisan-tulisan yang hanya pantas membuat blog ini seperti sampah, tulisan-tulisan luapan perasaan, tulisan-tulisan yang kata orang sih penuh dengan kegalauan...

Hahaha, terus aku jadi mikir lagi "emang salah ya?"

Saat mendengar penyataan menohok dari seorang teman yang sebenernya nggak terlalu deket, "lu nulis lagi dong, kangen gue bacanya, tapi isinya jangan galau ya..."

Ya elah...hahaha

Setelah aku introspeksi, wah, emang nih, blog aku emang sedikit banyak pasti ada aja yang ngaco. Mungkin banyak tulisan inspiratif tapi lebih banyak lagi tulisan yg katanya 'galau'. Hadeh, itu bukan galau kali, itu 'romance'. Hahaha. Tapi aku nggak merasa salah tuh, menulis kan untuk menumpahkan apa yang ada dipikiran, untuk sebagian orang, menulis itu salah satu cara untuk membuat hati tenang. Dan dengan nulis ini semua, hati aku tenang kok. That's all.

Blog aku ini emang dibuat untuk itu, dan emang dibuat untuk tidak memfollow dan difollow. Soalnya tujuannya bukan itu :p

Poin yang antara-penting-dan-nggak-penting yang mau disampein disini adalah... You Write What's On Your Mind. Apa yang kamu pikirkan, kamu tulis. Di dunia ini nggak ada aturan kamu harus nulis apa dan harus nulis tentang apa. Saat kamu senang, tulis kamu senang. Saat kamu punya ilmu dan mau berbagi, bagi itu lewat tulisan kamu. Saat kamu galau dan pengen nenangin diri, tulis tulisan yang bisa bikin kamu lega, puisi, kata-kata indah penuh romansa sekalipun.

Dan aku tetap pada mottoku, hahaha.. Writing keeps me alive.

Rabu, 03 Agustus 2011

Rumah Baru, Rumah Lama..

Seperti halnya orang pindahan rumah, bukan suatu hal yang mudah untuk menemukan calon rumah yang baru, yang sesuai dengan kemauan dan cocok dengan calon pemilik barunya. Ada banyak pertimbangan dalam memilih rumah baru. Interiornya, apakah sesuai dengan yang diinginkan? Letak kamar? Luasnya? Halamannya? Warnanya? Dan yang jelas, terpikirkan juga seberapa besar effort yang dilakukan demi mendapatkan rumah baru itu...

Seperti halnya orang pindahan rumah, bukan suatu hal yang mudah untuk mendapatkan rumah baru yang diidamkan, akan butuh banyak perjuangan untuk mendapatkannya. Siapa tahu, ada orang lain juga yang ingin memiliki rumah baru yang kita incar, bahkan mungkin sudah lebih melangkah lebih jauh dalam usaha mendapatkan rumah baru. Bahkan mungkin teman kita sendiri menginginkan rumah baru yang sama, atau rumah itu dulunya memang milik teman kita / kerabat yang mereka tinggalkan.

Seperti halnya orang pindahan rumah, butuh waktu dan proses untuk melakukannya bukan? Berat rasanya meninggalkan rumah yang lama untuk pindah ke rumah baru. Tapi mungkin kita memang harus melakukannya. Semuanya mungkin telah berubah dan itulah yang mengharuskan kita pindah rumah. Akan banyak kenangan di rumah yang lama yang akan selalu diingat meski telah pindah ke rumah yang baru. Bahkan saat sedang bosan di rumah baru, sedang penat, atau saat rumah yang baru ternyata mengecewakan, bukan tidak mungkin jika kembali mengingat rumah yang lama, bahkan cenderung membanding-bandingkannya.

Saat meninggalkan rumah yang lama, kita berharap rumah yang kita tinggalkan kita mendapatkan pemilik baru yang jauh lebih baik dari kita.

Dan jika rumah itu diibaratkan sebagai hati seorang manusia, silakan simpulkan sendiri..